ENGKAU MENERIMA JARH WA TA’DIL KETIKA MEMBELI TOMAT NAMUN MENOLAK DALAM URUSAN AGAMA

ENGKAU MENERIMA JARH WA TA’DIL KETIKA MEMBELI TOMAT NAMUN MENOLAK DALAM URUSAN AGAMA

Asy-Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan hafizhahullah

Hendaknya seseorang bersungguh-sungguh dalam mengawasi hatinya dan menjaga lisannya, kalau semua itu bisa lurus maka akan istiqamah hidupnya dan baik akhiratnya.

Namun hal itu jangan sampai dikotori dengan ucapan seseorang: “Jika demikian perkaranya, maka kenapa suka mencela manusia baik Masayikh atau selain Masayikh atau yang mereka disebut sebagai Masayikh?! Kenapa mereka dicela?! Bukankah pengaruh-pengaruh ini semuanya merupakan buah dari menjaga lisan kecuali dari sesuatu yang baik?!

Menolak-Jarh-wa-tadil

Maka jawabannya: Ini (jarh wa ta’dil –pent) adalah kebaikan, bahkan merupakan pangkal kebaikan.
Engkau sendiri jika seseorang datang untuk meminta nasehat kepadamu dengan mengatakan: “Saya ingin membangun rumah, dan saya ingin pergi ke si fulan agar dia yang membangunnya, bagaimana menurut pendapatmu?” Baca lebih lanjut

TAHDZIR DAN BAYAN LEBIH DAHSYAT DARI TEBASAN PEDANG

Asy Syaikh Abul Abbas Yasin Al Adeni Hafizhahullah

Jumat, 7 Ramadhan 1435H, selepas asar guru besar kami di bidang akidah dan manhaj, Asy Syaikh Abul Abbas Yasin Al Adenihafidzahullah melanjutkan kajian beliau dalam kitab “Aqidatus Salaf Ashabil Hadits” karya Al Imam As Shobuni rahimahullah. Sampailah pada perkataan Abu Ubaid Al Qosim bin Salam rahimahullah,

المتبع للسنة كالقابض على الجمر وهو اليوم عندي أفضل من ضرب السيف في سبيل الله

“Pengikut sunah seperti penggenggam bara api, dan hal itu sekarang disisiku lebih utama dari tebasan pedang di jalan Allah.” Baca lebih lanjut

DIDIKLAH DIRI KALIAN UNTUK BERSIKAP TAWADHU’, JUJUR, DAN MENERIMA KEBENARAN

header forum salafy 29DIDIKLAH DIRI KALIAN UNTUK BERSIKAP TAWADHU’, JUJUR, DAN MENERIMA KEBENARAN

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady hafizhahullah

Janganlah sekali-kali kalian memiliki sifat keras kepala, hati-hatilah dari sifat ini, baarakallahu fiikum. Demi Allah, Rasul alaihis shalatu was salam dahulu beliau suka menerima musyawarah dengan para shahabat beliau. Beliau alaihis shalatu was salam menerima pendapat-pendapat Umar yang bersumber dari Al-Qur’an dengan sangat mudah. Demikian Umar juga suka bermusyawarah dan suka mengumpulkan para shahabat yang ikut Perang Badr untuk diajak musyawarah.

Dan jika dia terjatuh pada sebuah kesalahan, maka dia segera rujuk dengan sangat mudah. Ini merupakan jalan orang-orang yang beriman yang jujur. Jadi seorang mu’min memiliki sifat yang mudah dan lembut sikapnya. Yaitu pada dirinya tidak terdapat sikap sombong, tidak takabbur, dan tidak merasa tinggi. Dia menerima kebenaran dari orang yang jauh maupun yang dekat, dari orang yang tua maupun yang muda. Jadi ini adalah jalan Islam yang benar. Jika seseorang terjatuh pada kesesatan, namun dia tidak mau rujuk, justru dia berusaha merubah-rubah dan mengganti-ganti kesalahannya (agar nampak benar –pent) dan dia mempermainkan akal manusia, maka sikap semacam ini merupakan hawa nafsu yang kronis (sangat parah –pent).

Maka berhati-hatilah ya ikhwan (wahai saudara-saudaraku –pent). Didiklah diri kalian untuk bersikap tawadhu’ dan jujur serta menerima kebenaran. Semua anak keturunan Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang-orang yang banyak melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat. Siapa diantara kita yang terjatuh pada kesalahan, lalu dia diingatkan oleh saudaranya ataupun oleh musuhnya, maka hendaklah dia segera kembali kepada kebenaran. Saya memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada kami dan kalian.

Sumber audio:
http://www.youtube.com/watch?v=n3FaaO8O_jw

~ Audio Download di Sini

Alih bahasa: Abu Almass
Jum’at, 6 Ramadhan 1435 H

Bahaya Rodja TV Untuk Salafiyyin & Salafiyyat

 

Bahaya Rodja dan Suami Dayyuts1

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ  … وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ

لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya…

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman

supaya kamu beruntung”

(QS. An-Nuur: 31)
Baca lebih lanjut

Bagaimana Sikap Terhadap Orang Yang Alergi Dengan Bantahan


Sikap Terhadap Yang Alergi Bantahan1

BAGAIMANA SIKAP TERHADAP ORANG YANG ALERGI DENGAN BANTAHAN

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

Penanya: Pertanyaan kedua: Telah menyebar sikap wara’ dusta (merasa sok berhati-hati –pent) diantara para pemuda, yaitu jika mereka mendengar orang-orang yang menyampaikan nasehat dari kalangan para penuntut ilmu atau ulama dengan cara mentahdzir bid’ah dan orang-orangnya serta manhaj dan hakekat mereka dan membantah mereka, dan terkadang dengan menyebutkan nama-nama sebagian mereka walaupun orangnya telah meninggal, karena masih ada manusia yang tertipu dengannya, dan semua itu dilakukan dalam rangka membela agama ini serta menyingkap orang-orang memakai pakaian palsu dan menyusup di barisan ummat ini untuk menyebarkan perpecahan dan permusuhan di tengah-tengah mereka. Maka bagaimana pendapat Anda tentang masalah ini? Baca lebih lanjut

BUKTI dan FAKTA Manhaj Bunglon Dzulqarnain dan Sikap Main-Mainnya Dengan Hajuriyun

Manhaj Bunglon Dzulqarnain & Sikap Main-mainnya Bersama Hajuriyun

(Data & Fakta)

manhaj bunglon dzulqarnain

Bismillah.

Pada makalah ini kita akan menampilkan kronologis beberapa kejadian terkait fitnah Hajuriyah yang bergabung dan bekerjasama dakwah bersama Dzulqarnain dan para pengikutnya.

Dan akan kita buktikan bahwa bersatupadunya jaringan MLM ini (Mutalawwin-La’aab-Makir) dengan Hajuriyun dalam keadaan mereka benar-benar memerangi Salafiyin dan para ulamanya. Baca lebih lanjut

Apa Salah Saya? ~ JAWABAN UNTUK ORANG BINGUNG (DZULQARNAIN AL MAKASSARI)

 

Apasalahku1a

APA SALAH SAYA???? JAWABAN UNTUK DZULQARNAIN

Al Ustadz Muhammad Umar As Seweed Hafizhahullah

[Tanya]

“Terkait penjelasan Dzulqarnain kemarin di AMWA, bagaimana menyikapi syubhat bahwa Syaikh Rabi’ harus merinci point-point kesalahan Dzulqarnain?”

[Jawab]

Ya… Ngomong sama Syaikh Rabi’… Suruh datang ke Syaikh Rabi’. Kemarin datang ke Syaikh Rabi’ kenapa gak ngomong? “Syaikh, engkau harus merinci semua yang engkau katakan tentang aku!!” Kenapa nggak ngomong begitu? Kenapa sekarang ngomongnya? Ketika ketemu, dia nggak ngomong, sekarang baru ngomong… Ini “KEANEHAN” yang terjadi pada dia (Dzulqarnain). Na‘am. Baca lebih lanjut