Beranda » Manhaj » Ketika Ahlussunnah Dipaksa Jafar Shalih Untuk Memilih..

Ketika Ahlussunnah Dipaksa Jafar Shalih Untuk Memilih..

Ketika Ahlus Sunnah Dipaksa Untuk Memilih

Siapakah Yang Cerdas

[Jafar Shalih] Ataukah [Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri, Asy Syaikh Rabi’, dan Asy Syaikh Muhammad] ?

(Ketika Dien dan Umat Dalam Ayunan Permainan Sang Facebooker)

new1a

gbr 1

Asy-Syaikh Rabi’: “Orang-orang yang berakal dan cerdas tidak merasa kecuali orang-orang yang mendapat bantuan itu telah berubah menjadi cangkul-cangkul yang menghantam dakwah Salafiyah dan melancarkan permusuhan dan pertengkaran yang dahsyat dan zhalim terhadap orang-orang menempuhnya serta berusaha menjatuhkan para ulama dan tokoh-tokoh dakwah ini….”

Kronologis…

Jafar Salih hari Jumat 14 Desember 2012 sengaja membuat status agar kita membacanya: “Kalau mengambil dana IT lantas memanfaatkannya dalam menyebarkan dakwah salaf, itu cerdas namanya.”

gbr 2

Gambar 1. Screenshot mengambil dana IT… cerdas

Hari Sabtu tanggal 15 Desember Jafar Salih tampak kedodoran, sengaja membuat status provokatif “Buruk Muka Cermin yang Dibelah” agar kita membacanya, berupaya memalingkan pembacanya dengan cara memanipulasi pernyataannya sendiri, dari kalimat aktif  (mengambil dana IT) menjadi hanya kalimat pasif “menerima dana IT” dan berbalik menuduh orang lain telah memanipulasi dan korupsi pernyataannya..

gbr 3

Gambar 2. Screenshot Menerima dana IT …cerdas. Buruk Muka Cermin Tetangga yang Dibelah, siapa yang manipulatif & siapa pula yang koruptif?

Bagian akhir permainan diennya dalam mengombang-ambingkan umat adalah  –sebagaimana biasa- pernyataannya tersebut dihapus dari pandangan umat, hit and run. Alhamdulillah buktinya telah terdokumentasikan sebagaimana gambar di atas. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

MENELADANI RUJUKNYA ASY-SYAIKH UBAID AL-JABIRI HAFIZHAHULLAH

Kalaulah popularitas di mata manusia yang dicari, tentulah menarik kembali/meralat dan rujuk dari ucapan/tulisan yang pernah tersampaikan menjadi sesuatu yang amat berat bahkan mustahil untuk dilakukan. Bisikan-bisikan syaithan dan hawa nafsu, ketakutan hancurnya nama besar yang telah berkibar tentulah menjadi momok tersendiri yang menyeramkan. Demikianlah jika ridha manusia yang semata menjadi tujuan, tak peduli walau murka Ar-Rahman yang menghadang.

Tetapi jika ridha Allah Ta’ala yang menjadi tujuan, keselamatan umat sebagai harapan dan tegaknya Al-Haq yang menjadi dambaan tentulah harga diri bukanlah hal besar yang perlu dipersoalkan. Rujuk kepada kebenaran menjadi jalan lempang meraih kemuliaan.

Pada bulan Juni pasca daurah Masyayikh di Veteran kemarin, penuh semangat diposting di dunia maya tentang fatwa Asy-Syaikh Ubaid hafizhahullah mengenai bolehnya mengambil dana tanpa syarat dari yayasan-yayasan hizbiyah yang menyimpang…

gbr 4_resize

Gambar 3. Postingan Annash Radio terkait fatwa Asy-Syaikh Ubaid hafizhahullah yang sudah dicabut, di sebarluaskan oleh Fadhel Ahmad Al-Kendali

Sedemikian besarnya semangat penyebarannya, tak luput juga ditempel di salah satu akun facebooker bertajuk siregardiapari.

gbr 5

Gambar 4. Screenshot mencoba bersikap ilmiyah dan jujur (dengan jalan menyebarkan fatwa ulama yang sudah dicabut)

Dan memang pada kesempatan ini kita ingin memahami fatwa para ulama dan maksud mereka serta mencoba bersikap lebih ilmiyah dan jujur, maksudnya adalah kita akan menampilkan bukti suara bahwa keesokan harinya Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah (beliau bersama Asy-Syaikh Khalid Kuwait -salah satu Masyayikh Kuwait yang mengetahui benar sepak terjang kejahatan Ihya’ut Turats- diundang dalam Daurah Nasional kemarin) DENGAN SPORTIF DAN BERANI MENCABUT FATWA BELIAU TERSEBUT SETELAH BELIAU MENELAAH KEMBALI SECARA MENDALAM SERTA MENDAPATKAN BERITA DARI ORANG-ORANG YANG TERPERCAYA.

Kalau melihat dan membaca komentar-komentar para facebooker terkait fatwa tersebut, saya tidak yakin bahwa berita semacam ini akan menggembirakan jejaring Salafy Goncang beserta segenap pembela sengit dan simpatisannya –hadahumullah- tetapi demi Allah bukan ridha mereka yang kita cari karena kebenaran lebih besar daripada kita semuanya dan lebih patut diketahui oleh umat.

Berikut teks pertanyaan dan jawabannya…

Pertanyaan: Banyak pertanyaan wahai Syaikh -hafizhakumullah- tentang bekerja sama dengan yayasan Ihya’ At-Turots dan mengambil harta darinya dan hukum orang yang bekerja sama dengannya, banyak sekali pertanyaan, maka apakah ada arahan dalam masalah tersebut -hafizhakumullah-?

Jawab: Berkenaan dengan yayasan tersebut dan semua jam’iyyah dan muassasah yang menyimpang yang melindungi bid’ah dan perkara-perkara yang muhdats, menyokong orang-orangnya, membela mereka, mengeluarkan harta dalam rangka menyebarkan bid’ah-bid’ah mereka, hanya ada satu perkataan (fatwa) tentangnya. Saya pernah berfatwa bahwasanya tidak dilarang mengambil bantuan dari mereka tanpa ikatan dan tanpa syarat. TETAPI MENJADI JELAS MASALAHNYA BAGI SAYA DENGAN MENELAAH SECARA MENDALAM SERTA BERDASARKAN BERITA YANG SAMPAI KEPADA SAYA DARI ORANG-ORANG YANG TERPERCAYA, SEHINGGA SAYA MENCABUT FATWA INI, MAKA SAYA TEGASKAN DAN SAYA TEKANKAN AGAR MENINGGALKAN BANTUAN-BANTUAN YAYASAN YANG MENYIMPANG INI UNTUK KEPENTINGAN-KEPENTINGAN DAKWAH, yaitu untuk amal dakwah; seperti menunjuk imam atau muadzin, atau mencetak kitab-kitab. KARENA TELAH MEYAKINKAN BAGI SAYA DARI KEADAAN YAYASAN-YAYASAN TERSEBUT BAHWA SIAPA SAJA YANG BEKERJA SAMA DARI MEREKA SEDIKIT SEKALI ATAU LEBIH SEDIKIT LAGI YANG SELAMAT DARI JEBAKANNYA. Bisa jadi (minimalnya -pent) dia akan mendukungnya dan mendiamkan (kemungkarannya) dan membiarkan mereka melakukan kerusakan di sebuah negeri atau di sebuah daerah. Atau bisa jadi menutupi aibnya sehingga muncul sebagian bentuk pujian terhadap mereka. INILAH AKHIR FATWA YANG TETAP PADA HARI INI DAN INI MERUPAKAN PEMBATALAN FATWA YANG MUNCUL DARI SAYA SEBELUMNYA.

Suara beliau bisa didengarkan:

Link asal (di-upload oleh al-akh Fikri) : http://box.com/s/hyqs8bevfr3m5ndku3rb (1.6 MB)

Link cadangan : http://goo.gl/lUC0o atau http://goo.gl/JcyqK  (248 KB)

Subhanallah…lunaknya hati dalam menerima kebenaran,tiada keangkuhan, tiada kesombongan…sekali lagi contoh keteladanan yang patut bagi kita semuanya untuk meneladaninya, hafizhahullah.

Pertanyaannya, apakah orang-orang yang menyebarkan fatwa Asy-Syaikh Ubaid hafizhahullah hadir pada saat beliau membacakan pencabutan fatwanya atau memiliki rekaman file ralat beliau? Jika tidak tentu ini merupakan mushibah tetapi jika mereka hadir dan mendengarkan langsung atau memiliki rekamannya dan sengaja tidak menyebarkan penjelasan beliau yang mencabut fatwa sebelumnya dan malah menyebarkan fatwa yang “menguntungkan” hawa nafsunya maka ini adalah bentuk pengkhianatan kepada umat Islam setelah mengkhianati Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah. Allahumma…

Tinggal tersisa pertanyaan,

Wahai Ahlussunnah kalian telah melihat betapa sportifnya sikap Asy-Syaikh ‘Ubaid hafizhahullah, keberanian beliau untuk mencabut fatwanya dan menegaskan agar Ahlussunnah meninggalkan bantuan-bantuan dakwah dari yayasan-yayasan yang menyimpang karena telah meyakinkan bagi beliau tentang keadaan yayasan-yayasan tersebut bahwa siapa saja yang bekerja sama dari mereka, sedikit sekali atau lebih sedikit lagi yang selamat dari jebakannya!!

Sehingga tidak halal bagi siapapun yang sampai saat ini menampilkan dan memasang fatwa beliau yang sudah dicabut tersebut kecuali harus menghapusnya atau melengkapinya dengan fatwa pencabutannya agar umat tidak tertipu dan menjadikannya sebagai pembenaran! Bukankah ini merupakan cara bersikap yang ilmiyah dan jujur wahai Fadhel Ahmad dan Jafar Salih?

Maka siapakah wahai Ahlussunnah  diantara dua sosok hamba Allah tersebut yang cerdas, Jafar Salih hadahullah ataukah Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri hafizhahullah??! Allahul musta’an

FATWA ASY-SYAIKH RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAH

FATWA TANGGAL 10 DZULQO’DAH 1426 H:

Beliau hafizhahullah berkata: Muncul pertanyaan kepada saya dari sebagian Salafiyyun di salah satu negeri muslimin; Bagaimana sikap yang sesuai syariah terhadap yayasan-yayasan Islami yang ada di dunia ini sekarang dan apa nasehat anda kepada orang masuk kepada yayasan-yayasan tersebut atau bermuamalah atau bekerja sama dengannya?

Jawabannya -dan Allah saja yang memberi taufik: Sesungguhnya yayasan-yayasan Islamiyah atau sosial ini hakekatnya dan realitanya adalah yayasan-yayasan politik yang membawa pemikiran-pemikiran dan tujuan-tujuan hizbiyyah politik yang telah diketahui. Islam dan manhaj salaf menolaknya.Yayasan-yayasan itu tidaklah melakukan kerjasama dengan kaum muslimin dalam rangka menyebarkan dakwah Salafiyah, tetapi hanya demi kepentingan politik dan pemikiran hizbiyah mereka. Siapa saja yang memiliki kesiapan untuk menerimanya maka mereka akan mengucurkan bantuan-bantuan kepadanya hingga dia menyerap seluruh manhaj pemikiran dan pokitik mereka sehingga dia akan memerangi dakwah Salafiyah dan Salafiyyun. Dan siapa yang menolaknya maka mereka akan melancarkan permusuhan terhadapnya dengan cara-cara hizbiyyah dan politik mereka. Dan ini merupakan perkara yang terjadi dan bisa dirasakan. Dan dengan perbuatan mereka ini, mereka telah memecah belah Salafiyyun dan mencabik-cabik mereka dengan buruk dan menyimpanglah sejauh-jauhnya orang yang sebelumnya mengikuti mereka di negeri yang banyak. SIAPA YANG LEBIH CONDONG KEPADA MEREKA, KALIAN MENGENALI MEREKA. Bagaimana tidak sedangkan tujuan-tujuan dan politik mereka mudah dikenal. Atas dasar inilah maka tidak boleh bagi seorang Salafy untuk bekerjasama dengan mereka selama keadaan, tujuan dan dampak mereka seperti ini. Dan orang yang bahagia adalah orang mengambil pelajaran dari orang lain. BERDASARKAN PENGALAMAN DAN REALITA SIAPA YANG BEKERJASAMA DENGAN MEREKA PASTI DIA JATUH DAN DAKWAHNYA PUN IKUT JATUH DI MATA MANUSIA. DAN ALANGKAH BANYAKNYA ORANG-ORANG YANG BERJATUHAN MENJADI KORBAN MEREKA. Siapa yang merasa cukup dengan Allah sehingga tidak meminta bantuan mereka maka Allah pasti akan mencukupinya dan membuka pintu-pintu (kemudahan) bagi dakwahnya sehingga tersebar dengan kuat dan sukses. Hal ini seperti yang terjadi pada Asy-Syaikh Muqbil dan dakwah beliau di Yaman. Ketika beliau mengetahui arah dan tujuan yayasan-yayasan ini, maka beliau pun dan para ikhwah menolak untuk bekerjasama dengannya. Maka tersebarlah dakwah mereka di Yaman dan di luar Yaman dan Allah meletakkan di hati-hati manusia rasa cinta dan memuliakan dakwah tersebut sehingga mereka memeluknya secara akidah dan manhaj. Dan larilah manusia meninggalkan orang-orang yang tunduk kepada yayasan-yayasan ini dan peraturannya karena kepentingan dunia. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. Allah saja yang memberikan taufik.

FATWA TANGGAL 11 RABIUT TSANI 1430 H:

Beliau hafizhahullah berkata: “Saya memperingatkan makar-makar yayasan-yayasan politik ini yang memakai baju Salafiyah. Yayasan-yayasan ini memiliki tujuan-tujuan dan manhaj yang menentang dakwah Salafiyah. Yayasan-yayasan ini menjaring orang-orang yang memiliki ambisi-ambisi dunia dengan sokongan materi dan moril dengan kedok membantu dakwah Salafiyah. ORANG-ORANG YANG BERAKAL DAN CERDAS TIDAK MERASA KECUALI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT BANTUAN ITU TELAH BERUBAH MENJADI CANGKUL-CANGKUL YANG MENGHANTAM DAKWAH SALAFIYAH DAN MELANCARKAN PERMUSUHAN DAN PERTENGKARAN YANG DAHSYAT DAN ZHALIM TERHADAP ORANG-ORANG MENEMPUHNYA SERTA BERUSAHA MENJATUHKAN PARA ULAMA DAN TOKOH-TOKOH DAKWAH INI. Seperti yang dilakukan oleh yayasan politik Ihya’ At-Turats Kuwait dan cabang-cabangnya di Emirat dan Bahrain. Mereka menghantam dakwah salafiyah di Yaman, Mesir, Sudan, India, Pakistan dan Bangladesh. MAKA TIDAKLAH ORANG-ORANG YANG SERAKAH MAU MENERIMA BANTUANNYA KECUALI ENGKAU AKAN MELIHAT PERPECAHAN, PERMUSUHAN DAN FITNAH-FITNAH ANTARA JONGOS-JONGOS YAYASAN INI DENGAN SALAFIYUN YANG KOKOH DI ATAS AL-HAQ YANG MEREKA INI MENGETAHUI MAKAR-MAKAR YAYASAN-YAYASAN INI TRIK-TRIK POLITIKNYA YANG LICIK DAN MEREKA TELAH MERASAKANNYA SECARA LANGSUNG. Mereka juga melihat dengan mata dan bashirah akibat-akibat yang menyakitkan dan menginakan bagi siapa saja yang mau mengulurkan tangan mereka yang penuh khianat dan kehinaan untuk menerima yayasan-yayasan ini dan hartanya yang dikumpulkan (dari muhsinin) dengan kedok untuk membantu orang-orang fakir dan miskin serta yang tertimpa musibah. Kemudian harta-harta ini diselewengkan kepada para pengkhianat yang telah menjual agama mereka itu, sehingga jadilah mereka permainan dan corong bagi yayasan-yayasan ini. KALAU ENGKAU MAU, NAMAKAN MEREKA SEBAGAI PASUKAN YANG DIBENTUK UNTUK MEMERANGI DAKWAH SALAFIYAH DAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTINYA DI SEMUA NEGERI. SEDANGKAN HARI INI YAYASAN-YAYASAN INI BERUSAHA MENJARING SEBAGIAN SALAFIYUN DI IRAQ AGAR BISA MEWUJUDKAN TUJUANNYA YANG RENDAH UNTUK MEMECAH BELAH SALAFIYUN KEMUDIAN MENGATUR SIAPA SAJA YANG PUNYA AMBISI LALU TUNDUK KEPADA HARTA DAN TRIK-TRIK MEREKA UNTUK MENYALAKAN PEPERANGAN DAN FITNAH-FITNAH TERHADAP SALAFIYUN YANG KOKOH YANG TIDAK DIKOTORI OLEH AMBISI-AMBISI DUNIA DAN HASUTAN-HASUTAN POLITIK HIZBIYYAH. JADI, HENDAKLAH SALAFIYUN DI IRAQ DAN DI NEGERI LAIN BENAR-BENAR BERHATI-HATI DARI YAYASAN INI DAN HENDAKLAH MEREKA SATU BARISAN UNTUK MENGHANCURKAN MAKAR-MAKAR MEREKA SERTA MELAWAN KEJAHATAN DAN FITNAH YAYASAN INI. Saya memohon kepada Allah agar menjaga seluruh Salafiyun di Iraq dan agar memberi mereka taufik untuk merasa mulia dengan manhaj mereka yang benar serta kokoh di atasnya, dan semoga Allah melindungi mereka dari tipu muslihat dan makar orang-orang yang suka melakukan makar. Sesungguhnya Rabbku benar-benar mendengar doa.”

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم وبالله التوفيق.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120332

Setelah kita membaca fatwa Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah di atas yang dengan tegas menyatakan, “ORANG-ORANG YANG BERAKAL DAN CERDASTIDAK MERASA KECUALI ORANG-ORANG YANG MENDAPAT BANTUAN ITU TELAH BERUBAH MENJADI CANGKUL-CANGKUL YANG MENGHANTAM DAKWAH SALAFIYAH DAN MELANCARKAN PERMUSUHAN DAN PERTENGKARAN YANG DAHSYAT DAN ZHALIM TERHADAP ORANG-ORANG MENEMPUHNYA SERTA BERUSAHA MENJATUHKAN PARA ULAMA DAN TOKOH-TOKOH DAKWAH INI.

Subhanallah, kita telah benar-benar merasakan kebenaran apa yang telah diperingatkan oleh Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah di atas, benar-benar mereka telah berubah menjadi cangkul-cangkul dakwah yang menghantam dakwah Salafiyah dan para tokohnya!!

Dan bandingkan sekarang dengan ucapan Jafar Salih sebelumnya

gbr 6

Gambar 5. Screenshot kecerdasan dana IT JS dengan dukungan 71 suporternya

Maka siapakah yang sesungguhnya cerdas wahai Ahlussunnah, Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah ataukah Jafar Salih dan 71 orang pendukungnya??! Allahu yahdikum.

 

FATWA ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN HADI HAFIZHAHULLAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah berkata di dalam kaset Jilsah Manhajiyah tanggal 25 Jumadil Ula 1431 H menit 29 detik 13 hingga menit 30 detik 33: “Maka sekarang kita katakan kepada mereka (hizbiyyun) semua; ‘Siapa teman duduk kalian?’ Mereka tidak duduk kecuali bersama Adnan Ar’ur, Al-Maghrawy, Abul Hasan dan yayasan Ihya’ At-Turots yang saya bersaksi dengan nama Allah dengan persaksian orang yang benar-benar mengetahui keadaan mereka di dunia, dan saya telah mengetahui hal itu dari keadaan mereka dengan mata kepala saya sendiri; tidaklah mereka singgah di sebuah negeri yang Salafiyun di sana dalam keadaan bersatu kecuali mereka memecah belah Salafiyun. Saya melihat hal ini dengan mata kepala saya sendiri. Ada sebuah negeri yang Salafiyun di sana dalam keadaan bersatu. Namun setelah saya pergi ke sana lagi beberapa tahun kemudian mereka telah terpecah. Lalu pertama kali yang saya tanyakan; ‘Apakah Ihya’ At-Turots …(mereka menjawab): ‘Ya.’ (Saya tanya lagi): ‘Engkau lihat bersama mereka?’ (mereka menjawab): ‘Ya.’ Kalau begitu jelas sudah perkaranya. INILAH SALAFIYAH MENURUT ALI HASAN BAHWASANYA YAYASAN TERSEBUT MENYEBARKAN AS-SUNNAH DAN MANHAJ SALAF, saya tidak ingat pasti kata-katanya, tetapi kurang lebih semakna ini. YA, PENYEBAR MANHAJ SALAF. DAN SEKARANG KITA TIDAK MENGETAHUINYA, BAHKAN YANG KITA KETAHUI DARI YAYASAN INI BAHWASANYA TIDAKLAH DIA BERADA DI SEBUAH NEGERI KECUALI MEMECAH BELAH SALAFIYUN DAN MEREKA TERKOTAK-KOTAK KARENANYA, DENGAN SEBAB KEBERADAANNYA DI TENGAH-TENGAH MEREKA BERUPA FITNAH HARTA…”

Sumber:

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=114947

Link suara beliau: http://goo.gl/GWaAX atau http://goo.gl/Z3wpn

Dan saya ingin menegaskan pada kesempatan ini terkait nama seorang Mubtadi’ yang telah disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad hafizhahullah, yakni Ali Hasan Al-Halabi dan siapakah dedengkot corong-corong dakwahnya di negeri ini

gbr 7

Gambar 6. Pamflet resmi Tabligh Akbar Ali Hasan Al-Mubtadi’ yang dipublikasikan di situs hizbi utama mereka, salafyunpad, promotor penyelenggara, radiorodja, rodjatv, minhajussunnah lengkap dengan situs www.radiorodja.com

Url sumber: http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/09/17/download-audio-tabligh-akbar-fitnah-dan-solusinya-syaikh-ali-hasan-al-halabi-jakarta-16-september-2012/

Dan tentu masih segar bugar dalam ingatan kita bagaimana demonstrasi yang dipamerkan kepada kita sekalian kisah rekonsiliasi bincang-bincang dan santap malam Jafar Salih, Abdul Barr dan Badrussalam. Inilah bingkisan untuk anda yang menuntut bukti bahwa Badrussalam Rodja (yang difatwa facebooker Jafar Salih sebagai Ustadz Salafy Ahlussunnah) adalah corong dan pendukung utama Mubtadi’ Ali Hasan Al-Halabi hadahullah:

gbr 8_resize

Gambar 7. Bukan asal tuduh Badrussalam corong Mubtadi’. Situs hizby kajian.net publikasikan acara Al Halabi pada hari Ahad 16 September 2012 yang diterjemahkan oleh pembesar Rodja, Badrussalam. Sumber: Radio Rodja

Url sumber: http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Syaikh%20′Ali%20Hasan%20Al-Halaby/Tabligh%20Akbar%20Fitnah%20dan%20Solusinya%20(Masjid%20Istiqlal%20Jakarta%202012)

gbr 9

Gambar 8. Tantangan JS yang terbaru. Di fb HB Overload, Jafar Salih pasang badan menjadi pembela sengit Badrussalam si pendukung utama, juru bicara/corong Mubtadi’ Ali Hasan Al-Halaby. Saya membantu memberikan bukti bagi Rodja dan segenap suporternya untuk mengHARGAi amal nyata loyalitasnya ini. Hadahumullah.

Dan sekarang saatnya pertanyaan terakhir yang mesti kita ulang, untuk urusan dana yayasan hizbiyah Ihya’ At Turots, siapakah yang cerdas wahai Ahlussunnah? Jafar Salih yang membela dan merekomendasi dedengkot Rodja, Badrussalam yang menjadi corong utama dan pendukung sengit Mubtadi’ Ali Hasan Al-Halabi  (sebagai Salafy Ahlussunnah) ataukah Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi hafizhahullah??!

Maka pada kesempatan ini kami serukan kepada Jafar Salih dan orang-orang yang semodel dengannya, hentikanlah kalian bermain-main dengan dien ini dalam mempermainkan umat, rujuk dan bertaubatlah kalian hadahumullah.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua, segenap kaum muslimin dari makar dan syubhat hizbiyun mumayi’un, dan semoga Allah Ta’ala kumpulkan kita bersama di jannahNya, amin.

 

sumber:http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2012/12/24/ketika-ahlussunnah-dipaksa-js-untuk-memilih/#more-1900

4 thoughts on “Ketika Ahlussunnah Dipaksa Jafar Shalih Untuk Memilih..

  1. benar syaikh yahya. herannya, kalian malah memusuhi beliau…jgn2 kalian setali tiga uang dg kelompok yg kalian jelek2kan. cuma beda gang doang ngajinye broo….

    • Na’am Semua Duat yang ada di Rodja adalah Hizbi yang mengaku Salafy dan Radio Rodja pun adalah Radio Hizbi,Ali Hasan Al Halabi adalah Mubtadi Hizbi dholun Mudhil (Sesat dan menyesatkan).yang mengatakan Ali Hasan Mubtadi/Hizbi bukanlah ana Tapi para Ulama Kibar Syaikh Fauzan,Syaikh Rabi’ Lajnah Daimah dan masih banyak lagi ulama lainnya

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s