Beranda » Manhaj » Tanggapan atas Sebuah Komentar, “di Manakah Al Haq Kau Sembunyikan” ???……..Akankah Kau Bertaubat!!!

Tanggapan atas Sebuah Komentar, “di Manakah Al Haq Kau Sembunyikan” ???……..Akankah Kau Bertaubat!!!

http://tukpencarialhaq.files.wordpress.com/2013/02/bismillahirrohmanirrohim2.gif

http://tukpencarialhaq.files.wordpress.com/2013/02/new.gif

Berikut tanggapan dari kami (admin tukpencarialhaq) atas pesan atau komentar dari Anto (balasan atas komentar Anti Hizby), dan kami ucapkan جزاكم الله خيرا atas kunjungan dan pesan antum di pena pengunjung, berikut tanggapan admin terkait hal tersebut:

Pada prinsipnya kami bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan terwujudnya ishlah terkait permasalahan internal diantara pihak asatidzah Ciamis dengan sdr Sofyan Ruray hadahullah sebagaimana termaktub dalam isi Press Rilis resmi Mahad An Nur Ciamis yang pada kesempatan pertemuan tersebut Al Ustadz Dzulqarnain dan Abdul Barr juga sampai turun gunung terlibat ke sana.

Adapun mengenai pengaburan saudara Sofyan Ruray hadahullah atas fatwa tahdzir Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah terhadap Rodja yang beliau juga memperingatkan terhadap orang awam dari Radio Halabiyun ini, serta kebohongan saudara Sofyan Ruray hadahullah yang mengatasnamakan Asy Syaikh Abdullah Mar’i dan Asy Syaikh Khalid Azh Zhafiri terkait radio Halabiyun Rodja yang disampaikannya secara terbuka di depan majelis Ahlussunah maka hal ini secara syari’at masih menuntut kewajiban rujuk dan bertaubat dari saudara Sofyan Ruray hadahullah untuk memenuhinya.

Wallahi, kesempatan ini telah digunakan oleh syaithon dan balatentaranya dari kalangan pengekor hawa nafsu untuk melancarkan provokasi dan makar terror kepada para da’i Ahlussunnah seolah-olah asatidzah anti terhadap Ishlah padahal ada dua persoalan yang hendak dikaburkan oleh saudara facebooker Hanan Overload, Munajat, juragan computer Grenjeng Solo, Mardiyanto dan Jafar Salih untuk menipu, memprovokasi dan mengelabui umat.

Pertama, Ishlah terkait persoalan internal saudara Sofyan dengan mahad Ciamis (sebagaimana isi Press Rilis)

dan persoalan kedua adalah kedustaan Sofyan Ruray atas nama masyaikh Ahlussunnah (dan ini tidak mungkin diselesaikan kecuali menuntut rujuk dan taubatnya yang bersangkutan!!!).

Maka dimanakah tuduhan, talbis dan tadlis kalian bahwa asatidzah tidak menghendaki adanya ishlah wahai para penipu? Sesungguhnya bukanlah saudara Sofyan Ruray yang terzhalimi sebagaimana gambaran palsu kalian untuk menipu dan memprovokasi umat agar kalian mendapatkan hilah untuk meneror asatidzah Ahlussunnah sampaipun mengancam akan mengerahkan ribuan orang yang bisa kalian tipu dan kelabui, bahkan saudara Sofyan Ruray-lah yang yang telah melakukan kezhaliman terhadap masyaikh Ahlussunnah, berupaya menipu Ahlussunnah atas nama kedua ulama di atas terkait mauqif beliau terhadap Halabiyun Rodja, mengaburkan tahdzir Asy Syaikh Rabi’ terhadap Halabiyun Rodja dan bahkan tanpa merasa bersalah saudara Sofyan Ruray menceritakan kebaikan/jasa Rodja terhadap orang yang dia contohkan tinggal di atas gunung dengan parabolanya.

Barangsiapa memuji Ahlul ahwa’ dan membuat umat/Ahlussunnah tertipu karenanya maka diapun ikut memikul dosa karenanya. Jadi, dimanakah Ahlussunnah bisa mendapatkan pernyataan taubat saudara Sofyan atas kejahatannya terhadap para ulama wahai kaum?? Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah ini, amin.

Berikut juga ana tampilkan pernyataan al akh Abdurrahman Al Gadri di statusnya:

Bismillah.
Dalam mensikapi permasalahan Ust Sofyan Ruray dengan Ma’had An Nur Ciamis adalah permasalahan Internal ma’had dan Alhamdulillah kabarnya sudah selesai yang tentunya semoga mendapatkan hasil yang baik juga tentunya diketahui oleh kedua belah pihak dan astidzah yang mengikuti jalsah.
Bagi yang tidak mengetahui hasil jalsah ana nasehatkan sebaiknya diam, bersabar dan menahan diri dari hawa nafsunya, sebagaimana Allah jalawa’ala firmankan :
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesunggunnya surgalah tempat tinggalnya (QS.An Nazi’at:40-41).

Akan tetapi hembusan angin pembelaan kepada Ust. Sofyan Ruray dari bala bantuannya yang mengabaikan prinsip Ahlushunnah Waljama’ah, haruslah kita pisakan taubatnya dia dalam urusan dengan Ma’had An Nur Ciamis dengan ucapannya yang dusta mengatasnamakan Ulama yang sudah dibiaskan seolah olah dia taubat secara mutlak dari kesalahannya. Kita telah mendengarkan apa yang disampaikan oleh Al ustadz Sofyan Ruray dan sekarang bandingkan ya ikhwah antara ucapannya (yang mengatasnamakan dari Asy Syaikh Abdullah Al Mar’i dan Ustadz Amr Tangerang) dengan nasehat dan peringatan dari Asy Syaikh Abdullah Al Mar’i (yang tidak pernah disebarluaskan oleh Ja’far Salih, Hanan Bahanan, Abdul Barr, Munajat dkk.nya kepada para ikhwah sekalian).
Rekaman ini adalah hasil rekaman (pertemuan Tanah Abang) pihak asatidzah Jakarta (sebagaimana yang telah ditekankan oleh Al ustadz Sofyan Ruray) dan kita bebas mendapatkan filenya dengan sangat mudah, harus kita sampaikan keterangan sederhana ini agar tidak ada celah bagi syaithon dan balatentaranya untuk melemparkan tuduhan telah mematai-matai dll sebagaimana tuduhan-tuduhan kosong yang dilempar tanpa bukti yang sering kita baca dan dengar.
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali Berkata: “ketahuilah bahwa menyebutkan sesuatu yang tidak disukai dari diri seseorang merupakan perkara yang di haramkan, apabilah tujuannya sekedar mencelah, membuka aib, dan mengurangi kehormatnnya.
Akan tetapi jika didalamnya terdapat kemaslahatan bagi kaum muslimin secara umum, atau sebagian mereka secara khusus, maka perbuatan itu tidaklah diharamkan, bahkan di anjurkan. Hal ini sebagaimana Ulama hadits telah ditetapkan di dalam kitab-kita mereka dalam masalah “al jarh wa ta’dil.
Ikhwatifillah silakan kalian simak dan perhatikan dalam bukti suaranya Al Ust. Sofyan Ruray di link berikut ini:
http://www.filedropper.com/bolehdengarrodja-sofyanmanipulasiatasnamasyabdullahsykhalidazhzhafiriustamr
Dia berdusta dengan menukilkan kalamnya Syaikh Abdullah Al-Mar’i tentang masalah Rodja. lihat link , http://www.filedropper.com/rodjasyabdullahawamjugadiberiperingatan
Padahal yang sebenarnya MAUQIF ASY-SYAIKH ABDULLAH MAR’I TENTANG RODJA sesuai dengan kalam beliau :
Beliau hafizhahullah berkata: “Orang-orang awam mendengarkan seseorang dan mendengarkan semacam ini dan mereka tidak bisa membedakan (siapa pembicaranya dan apa isinya), maka kita tidak melarang mereka untuk mendengarkan radio ini. Itupun jika memungkinkan disertai peringatan bahwa di sana ada perkara-perkara dan kesalahan-kesalahan yang mereka dikritik karenanya. Adapun ikhwah kita dan para dai maka (tidak boleh) agar mereka tidak memberi contoh yang buruk bagi orang-orang yang baru belajar yang terkadang hati mereka akan terikat dengan radio ini yang ini tidak terjadi seperti pada orang-orang awam. Orang awan terkadang ketika mendengar sebuah ucapan atau Al-Qur’an atau sesuatu yang sifatnya umum, tidak sampai masuk pada hal-hal yang rinci dan tidak memperhatikan perkara-perkara ilmiah serta tidak teliti terhadap lafazh-lafazh, ungkapan-ungkapan, pembahasan-pembahasan dan fatwa-fatwa. Hal ini berbeda dengan keadaan seorang penuntut ilmu pria dan wanita yang terus-menerus mendengar radio semacam ini maka bisa jadi manhajnya akan berubah. Mereka berubah dari salafiyun menjadi khalafiyun karena mereka mendengar pembahasan-pembahasan dan hal-hal (menyimpang) yang mungkin saja (syubhat-syubhatnya) disebarkan oleh radio ini di sela-sela tema acaranya, para pembicaranya dan yang semisalnya…”.
Berdusta atas nama syaikh khalid azhzafiri dengan menukilkan fatwa beliau masalah rodja padahal yang ada fatwa beliau “ Barang siapa yang memuji ahli bid’ah lalu ada yang tertipu maka yang memuji mempunyai bagian dari dosa.
Berdusta atas penukilan kalamnya Ust Amr bin Suroib tangerang, bahkan Ust Amr sampai mengatakan

“ana tidak terima dengan apa yang dinukil oleh ruray dan ana memiliki Nuhtha terhadap ruray jika saya ke ciamis”.
Fatwa syaikh Ubaid dan Syaikh Robi’ juga sudah wadheh dalam perkara Rodja.
Sesunggunya perkataan yang paling benar adalah kitabullah, dan pedoman yang paling baik petunjuk Rasulullah Shalallahu Alaihiwasalam.
Dalam Al-Qur’an SR Al-Baqarah 160. “ Kecuali mereka yang telah bertaubat, mengadakan perbaikan dan menjelaskannya, mereka itulah yang aku terima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang”.
Dari dalil ini maka kita paham jika seseorang bertaubat dari apa yang dia ucapkan/perbuat yang berhubungan dengan kemaslahatan ummat maka dia berkewajiban membuat bayan(penjelasan), bukannya tanpa bayan terus memberikan tausyiyah keliling kalimantan Timur Tenggarong, Samarinda, dan Bontang (Alhamdulillah Balikpapan bersikap dengan Ilmu dan berpegang dengan prinsip, tidak seperti ketiga tempat menimbang dengan perasaan) Allahumusta’an, apakah mereka menafikan dalil tersebut.
Kalaulah engkau takut kepada Allah mana bayanmu………..
Ikhwatifillah cermatlah kalian dalam bersikap dan mengambil agama kalian ,ini semua demi akhirat yang mana kita tidak akan mampu menolaknya jika kita salah dalam mengambil jalan. Barrakallahufik.

Tambahan link alternative:
https://hotfile.com/dl/191963067/b72e9b1/Boleh_dengar_Rodja-Sofyan_Manipulasi_atas_nama_Sy_Abdullah_Sy_Khalid_Azh_Zhafiri_Ust_Amr.mp3.html
https://hotfile.com/dl/191962877/da780a2/Rodja_Sy_Abdullah_Awam_juga_diberi_peringatan.mp3.html

Lihat :http://tukpencarialhaq.wordpress.com/buku-tamu/

One thought on “Tanggapan atas Sebuah Komentar, “di Manakah Al Haq Kau Sembunyikan” ???……..Akankah Kau Bertaubat!!!

  1. Ping-balik: Klarifikasi berita terkait pe-nonaktifan Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray |

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s