Beranda » Aqidah » Kami Datang Memenuhi Tantangan mu Wahai Firanda

Kami Datang Memenuhi Tantangan mu Wahai Firanda

Parodi Rodja (Bag.6: Caldok Firanda (Dedengkot Halabiyun Rodja) Lindungi ‘Ar’ur yang Sesat

Bismillahirrohmanirrohim. o

Parodi Rodja Bag 6

الحمد لله رب العالمين وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليما,

 أما بعد

TANTANGAN ITU BELUM KADALUARSA!!!

Mengingatkan kembali tantangan dedengkot Halabiyun Rodja, Firanda kepada segenap Ahlussunnah

tantangan firanda

Gambar 1. Tantangan Firanda kepada segenap Ahlussunnah masih tetap terpatri walaupun dia telah melakukan kesepakatan “Ishlah” dengan Syaikh AMDz. Bukankah dakwah bukan urusan pribadi mereka berdua?

Labbaik wahai Firanda

Kami datang lagi menyambut tantanganmu

Foto dudukmu di kursi Masjid Nabawi,

Bukanlah udzur syariytuk singkap kejahatan manhajmu

Inilah bukti dan hujjah yang nyata kan kusodorkan padamu & fans Rodjamu

Demi Allahlink-link bukti ini bukanlah dugaan & prasangka seperti tudingan dustamu

Tulisan ini adalah untuk membuktikan tuduhan dusta dedengkot Halabiyun Rodja Firanda di atas dan membuktikan kepada umat bahwa Rodja, para da’inya dan Syaikhnya benar-benar memiliki keterkaitan dengan orang-orang yang sesat lagi menyimpang.

Saudaraku, dibawah ini adalah tanya jawab dengan Asy Syaikh Al Fauzan hafizhahullah terkait Adnan ‘Ar’ur yang diposting oleh Firanda dalam “proposal” ishlah (kategori:manhaj) [yang disambut positif oleh Asy Syaikh Abu Muhammad Dzulqarnain (AMDz) Al Makasari yang dengan dasar tulisan itu pula Asy Syaikh Dzulq menawarkan kepada dedengkot Halabiyun Rodja ini untuk saling mencabut bantahannya dan menghapusnya dari internet demi mengikuti arahan Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah seperti yang didengungkan oleh Firanda] yang poin ini adalah salah satu dari sekian poin manhaj yang sangat krusial yang diloloskan begitu saja oleh Syaikh Al Makasari tersebut dimana beliau mempertontonkan kepada kita semua untuk lebih memprioritaskan pada poin-poin pembelaan terhadap dirinya sendiri semata demi untuk mencapai kesepakatan (kategori:manhaj) diantara kedua elit tersebut dan bahkan Asy Syaikh Dzulq sempat memamerkan kepada kita semua bahwa beliau telah mendapatkan rekomendasi dari kantor resmi Al Allamah Al Fauzan untuk bisa tampil di televisi nasional Indonesia.

Pada makalah Parodi Rodja bagian ke 6 ini kami ingin membuktikan bahwa apa yang diloloskan begitu saja oleh Asy Syaikh Dzulq dari proposal yang ditulis oleh Firanda (kategori:Manhaj) adalah persoalan yang amat sangat jauh lebih krusial yang tidak selayaknya bagi seorang Ahlussunnah (apalagi yang sudah digelarbanggakan sebagai Asy Syaikh) untuk membiarkannya lolos begitu saja atau malah memprioritaskan melakukan pembelaan diri pribadi semata dan bahkan memamerkan jika telah mendapatkan SIT (Surat Ijin Tampil) di TV Nasional, Allahul musta’an.

Lihatlah wahai saudaraku rahimakumullah ketika dedengkot Halabiyun Rodja Firanda hadahullah berupaya menunjukkan kepada kita semua bahwa berita tahdzir Al Allamah Al Fauzan terhadap Ar’ur yang sesat adalah dusta semata, sekaligus sebuah bukti nyata bahwa Firanda berupaya dengan cara sehalus mungkin dalam melindungi ‘Ar’ur sesat ini dengan bertameng pada kalam Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah yang dengan itu dia mengira dapat melindungi dan meloloskannya dari bidikan-bidikan panah para ulama Ahlussunnah terhadap ‘Ar’urnya yang sesat.

talbis firanda lindungi ar ur

Gambar 2. Screenshot Upaya Firanda untuk membuktikan dustanya tahdzir Al Allamah Al Fauzan terhadap ‘Ar’ur dan belum adanya penyelesaian masalah antara Asy Syaikh Robi’ dengan Adnan ‘Ar’ur.

Mungkin diantara pembaca ada yang belum mengetahui kenapa dedengkot Rodja Firanda berhajat sangat untuk melindungi dan membela Adnan ‘Ar’ur dan apa kaitannya dengan radio Rodja dan para da’i dan dedengkotnya? Simak bukti screenshot di bawah ini:

kemesraan ali hasan dan adnan ar ur

Gambar 3. Screenshot video kemesraan antara dedengkot Irsyadiyun Turatsiyun Rodjaiyun, Ali Hasan Al Halaby dan ‘Adnan ‘Ar’ur dalam sebuah video yang disebarluaskan secara resmi oleh situs rujukan (utama) Halabiyun, Kulalsalafiyeen. Perhatikan senyuman manis dedengkot Halabiyun Rodja dan keterkaitan erat diantara keduanya.

Terkait situs Kulalsalafiyeen simak kembali uraian dan penjelasannya berupa tahdziran Asy Syaikh Shalih As Suhaimy hafizhahullah yang ternyata SECARA CURANG, DUSTA DAN LICIK DIOPINIKAN KERAS OLEH ABU AHMAD SIRAJ (RADIO ABI MAKASAR) DAN DIULANG-ULANG DALAM BEBERAPA KALI STATUS DI FBNYA BEKERJASAMA DENGAN “FA” DAN JAFAR SALIH DENGAN DUKUNGAN PARA HIZBIYYUN DIBELOKKAN ARAHNYA SEBAGAI TAHDZIRAN KEPADA SITUS TUKPENCARIALHAQ.

ja fa abu ahmad siraj setali 3 uang

Gambar 4. Screenshot setali 3 uang, postingan berulang-ulang kolaborasi kelicikan tak terpuji yang dalam bahasa Jafar Salih dia menyebutnya sendiri sebagai “memperkosa fatwa ulama”

Alhamdulillah makar dan tipu daya kejahatan khabits mereka telah dimudahkan oleh Allah Taala untuk dibongkar pada makalah:

http://tukpencarialhaq.com/2013/04/02/parodi-rodja-bagian-5-situs-tukpencarialhaq-di-tahdzir-syaikh-shalih-as-suhaimy/

Tulisan ini juga untuk membuktikan bahwa persoalan (manhaji) antara Asy Syaikh Rabi’ dengan Adnan ‘Ar’ur yang dikesankan oleh Firanda adalah persoalan fitnah besar yang belum selesai sesungguhnya adalah persoalan yang telah dipadamkan fitnahnya oleh para ulama besar!!! Hanya saja dedengkot Rodja Firanda berupaya membangkitkan kembali fitnah pembelaannya terhadap ‘Ar’ur untuk mengesankan kepada umat bahwa para ulama besar tidak sejalan dengan Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah dalam menyikapi ‘Ar’ur hadahullah.

Dan sungguh akan pembaca dapati bahwa fitnah ‘Ar’ur yang diungkapkan pembelaannya oleh dedengkot Rodja Firanda dalam proposal ishlah damainya dengan Asy Syaikh AMDz adalah bentuk pengelabuan terhadap umat atas nama ulama dan upaya liciknya untuk mengesankan bahwa Asy Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah tidak sejalan dengan Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah dalam menyikapi ‘Adnan ‘Ar’ur yang sesat.

Sungguh Al Allamah “Utsaimin rahimahullah, Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad dan Asy Syaikh Shalih Al Fauzan berdiri dalam satu barisan bersama Asy Syaikh Rabi’ dalam mentahdzir “Ar’ur yang sesat!!

Sengaja kami tidak membawakan kalam para ulama dari pihak ulama yang dicap Firanda sebagai memiliki gaya tahdzir dan tabdi’ tetapi mencukupkan dengan sikap para ulama besar yang menurut klaim dirinya berada semanhaj bersama dirinya dan kelompoknya. Benarkah??

salah satu proposal damai firanda

Gambar 5. Bukti screenshot salah satu isi proposal damai Firanda yang diabaikan begitu saja oleh Syaikh AMDz demi mengedepankan pembelaan terhadap dirinya sendiri dan mengajak balik Firanda untuk menyambut positif nasehat Asy Syaikh Al Fauzan hafizhahullah untuk berdamai.

TAHDZIR ASY-SYAIKH AL-FAUZAN HAFIZHAHULLAH TERHADAP ADNAN AR’UR

Penanya: Assalamualaikum.

Asy-Syaikh: Waalaikumussalam.

Penanya: Kami ikhwah salafiyyun dari Eropa, tepatnya dari Belanda, wahai Syaikh, kami memiliki beberapa pertanyaan yang ingin kami ajukan kepada Anda.

Asy-Syaikh: Ya.

Penanya: Yang berkaitan di sini adalah beberapa kaidah yang kami ingin mengetahui dari Anda apakah sesuai dengan prinsip-prinsip pokok Ahlus Sunnah yang tetap.

Kaidah pertama: Kita memperbaiki namun tidak melukai, bagaimana komentar Anda -semoga Allah memberi balasan yang baik kepada Anda-?

Asy-Syaikh: Ungkapan kaidah ini sama sekali tidak ada dasarnya. Saya katakan: tidak ada dasarnya. Ahlul bathil, wajib mencerca mereka.

Penanya: Ya.

Asy-Syaikh: Ya.

Penanya: Berkaitan kaidah kedua: Jika engkau memvonis maka engkau akan menghadapi vonis, namun jika engkau mendakwahkan saja engkau akan mendapat pahala, maka bagaimana komentar Anda terhadap kaidah ini -baarakallahu fikum-?

Asy-Syaikh: Kaidah ini diada-adakan tanpa ada asalnya, wajib menentukan hukum terhadap ahlul bidah, na’am.

Penanya: Berkaitan kaidah ketiga:Termasuk sikap adil dan inshaf adalah menyebutkan kebaikan dan keburukan dan yang mengatakan kaidah muwazanah ini berdalil dengan hadits yang ma’ruf: Syetan telah berkata benar kepadamu, namun dia pendusta. Bagaimana komentar Anda terhadap perkara ini?

Asy-Syaikh: Saya katakan: Ini juga bathil, saya katakan: Perkataan ini juga bathil. Keburukan orang-orang musyrik disebutkan dan kebaikan mereka tidak disebutkan.

Penanya: Berkaitan terhadap ahlul bid’ah juga?

Asy-Syaikh: Apa maksudnya dengan ahlul bid’ah?

Penanya: Maksudnya dia juga mengatakan: Termasuk sikap adil dan inshaf adalah menyebutkan kebaikan ahlul bidah dan keburukan mereka.

Asy-Syaikh: Mereka semua sama. Keburukan mereka disebutkan dan kebaikan mereka tidak disebutkan. Karena Allah menyebutkan keburukan musuh-musuh (orang-orang kafir) dan tidak menyebutkan kebaikan mereka. APAKAH INI ADALAH KAIDAH-KAIDAH ARUR?

Penanya: Ya.

Asy-Syaikh: Hah…?

Penanya: Ya, ini adalah kaidah-kaidahnya, wahai Syaikh.

Asy-Syaikh: YA, INI SEMUA TELAH DIBANTAH ATAU BATHIL SEMUANYA, TELAH DIBANTAH, MAKSUDNYA TELAH DITULIS TULISAN-TULISAN UNTUK MEMBANTAHNYA.

Penanya: Berkaitan kaidah keempat dia mengatakan: Boleh menyalahkan namun haram mencela. Apakah kaidah ini benar?

Asy-Syaikh: Ini seperti kaidahKita memperbaiki namun tidak melukai, itu sama saja.

Penanya: Dia berdalih dengan mengatakan:Kenapa Al-Imam Ahmad tidak dicela karena mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat, sedangkan Sayyid Quthub dicela jika muncul darinya sebagian ungkapan dan kita katakan:Orang ini (Sayyid Quthub) mengkafirkan masyarakat.Namun Al-Imam Ahmad rahimahullah tidak dicela, padahal beliau telah menghukumi semua bangsa dengan kekafiran.

Asy-Syaikh: Al-Imam Ahmad adalah seorang ulama dan ilmunya luas, beliau mengetahui dalil-dalil dan cara-cara berdalil. Sedangkan Sayyid Quthub bodoh, tidak memiliki ilmu, tidak memiliki pengetahuan dan tidak memiliki dalil atas apa-apa yang dia katakan. Jadi, menyamakan Al-Imam Ahmad dengan Sayyid Quthub ini merupakan kezhaliman.

Penanya: Demikian juga dia berkata: Saya tidak mengetahui seorang pun berbicara tentang manhaj di muka bumi ini -maksudnya tentang masalah-masalah manhaj- seperti yang dikatakan oleh Sayyid Quthub, dan sebagian besar yang dia tulis adalah benar. Ketika dia ditanya tentang ucapannya ini dia menjawab: Kata manhaj di sini yang saya maksudkan adalah masalah-masalah upaya melakukan perubahan -pemilu dan penculikan- dan yang saya maksud adalah pada zamannya (zaman Sayyid Quthub) yaitu sekitar tahun 50 (1950 -pent).

Asy-Syaikh: Saya katakan: Dia tidak mengerti karena SESUNGGUHNYA DIA ADALAH ORANG YANG BODOH. Adapun kami mengerti -walhamdulillah- bahwa para ulama sebelum Sayyid Quthub dan setelahnya mereka membantah Sayyid Quthub, naam.

Penanya: Berkaitan yang lain dia juga berkata: DI SANA ADA SESEORANG YANG DIKAFIRKAN ATAS NAMA DAKWAH KEPADA MANHAJ AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH DAN JUGA MENCELA HAMBA-HAMBA ALLAH HANYA KARENA KETERGELINCIRAN DALAM SEBUAH UCAPAN ATAU UNGKAPAN YANG PAHIT DAN KARENA PEMERINTAH TIDAK SENANG TERHADAP NAMANYA.BAGAIMANA TANGGAPAN ANDA TERHADAP UNGKAPAN INI?

Asy-Syaikh: TANGGAPAN KAMI BAHWASANYA INI ADALAH OMONG KOSONG YANG TUJUANNYA MEMBENARKAN KEBATHILAN DAN MEMBELA AHLUL BATHIL, NAAM.

Penanya: Demikian juga dia berkata: Barangsiapa meneliti sebab-sebab perpecahan yang terjadi pada kelompok-kelompok yang ada dia akan menganggap sebagian besarnya adalah sebab-sebab yang sifatnya akhlak dan bukan akidah serta bukan manhaj. Apakah hal ini benar?

Asy-Syaikh: Tidak demikian, semuanya adalah sebab-sebab yang berkaitan dengan akidah, sebab-sebab akidah dan bukan sekedar masalah akhlak. Dia ingin melindungi mereka (kelompok-kelompok yang menyimpang -pent), naam.

Penanya: JADI, BAGAIMANA PENDAPAT ANDA TENTANG DIA, WAHAI SYAIKH?

Asy-Syaikh: DEMI ALLAH, DIA BUKAN ULAMA, DIA DATANG KE KERAJAAN INI (ARAB SAUDI -PENT) DENGAN MENGINGKARI SALAFIYYAH ATAU MENCARI PEKERJAAN, TIDAK LAMA SETELAH ITU DIA MENAMPAKKAN KEYAKINANNYA.

Penanya: NASEHAT TERAKHIR, APAKAH BOLEH MENGHADIRI PELAJARAN-PELAJARANNYA ATAU TIDAK?

Asy-Syaikh: Hah?

Penanya: MAKSUDNYA DIA AKAN DATANG KE EROPA, MAKA APAKAH ANDA MENASEHATI PARA PEMUDA SALAFIYYUN UNTUK MENGHADIRI PELAJARAN-PELAJARANNYA?

Asy-Syaikh: SAYA NASEHATKAN PARA PEMUDA SALAFIYYUN UNTUK MEMUTUS HUBUNGAN DENGANNYA DAN TIDAK MENGHADIRI PELAJARAN-PELAJARAN DIA DAN ORANG-ORANG SEPERTI DIA, NAAM.

rodja dan adnan ar ur

Gambar 6. Screenshot syubhat Adnan ‘Ar-ur mulus manis tampil di fb spesialis tukang syubhat Jafar Salih sebagai Ulama Salafi Suriah siap menelan mangsa

Penanya: Baarakallahu fiikum wa ahsana ilaikum.

Asy-Syaikh: Wa fiikum.

Penanya: Assalamualaikum.

Asy-Syaikh: Hayyakumullah, waalaikumussalam.

 

Ditranskrip oleh: Abu Ubaidah Munjid bin Fadhl Al-Haddad

20 Shafar 1432 H

Sumber:

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=118042

Link bukti audio beliau: download di sini

Demikianlah tanya jawab dengan Al Allamah Al Fauzan yang menunjukkan bahwa beliau mengenal betul kaidah-kaidah tersebut sebagai kaidah-kaidah bathil yang disebarluaskan oleh ‘Adnan ‘Ar’ur terbukti dengan pertanyaan balik beliau kepada si penanya: “APAKAH INI ADALAH KAIDAH-KAIDAH ARUR?” yang kemudian dijawab dengan tandas oleh si penanya: YA.

Beliau juga menegaskan bahwa prinsip-prinsip bathil yang disebarkan oleh ‘Ar’ur adalah demi membenarkan kebathilan dan membela ahlul bathil.

Demikian pula pengingkaran beliau tentang pernyataan ‘Ar’ur bahwa perpecahan yang terjadi lebih banyak disebabkan karena persoalan akhlaq, bukan masalah akidah dan manhaj dan ucapan ini beliau tegaskan sebagai upaya membela ahlul bathil.

Tidak ragu pula bagi kita untuk memegangi pernyataan beliau bahwa Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah benar-benar melarang para pemuda Salafiyun untuk menghadiri pelajaran-pelajarannya dan orang-orang semacam dirinya dan tidak cukup itu, beliau memerintahkan pula agar salafiyun memutuskan hubungan dengan ‘Ar’ur.

Maka bagaimana sikap kalian wahai Ahlussunnah dengan para dedengkot Rodja semacam Caldok Firanda dan Ali Hasan Al Halaby Al Mubtadi’ yang malah terang-terangan menampakkan pembelaan, melindungi dan memamerkan kemesraannya kepada umat dengan ‘Adnan ‘Ar’ur yang sesat??

Tidak cukup itu, si dedengkot Rodja Firanda juga dengan begitu pedenya berupaya mengelabui Ahlussunnah dengan ucapannya:

serangannya thdp ahlussunnah yg diloloskan oleh amdz

Gambar 7. Screenshot tudingan jahat dedengkot Rodja Firanda yang diloloskan begitu saja oleh Syaikh dari Makasar walaupun jelas-jelas manhaj dan metode Syaikh Al-Fauzan dita’yin tidak sama dengan Salafiyun yang anti Halabiyun Rodja. Masya Allah, benar-benar Fiqih Muamalah yang luar biasa!

Tanyakan kepadanya wahai Ahlussunnah, siapa yang tidak jujur? Siapakah yang mencocoki manhaj dan metode Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah dalam menjarh dan mentahdzir ‘Ar’ur? Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah beserta segenap Salafiyun ataukah dedengkot Rodja Firanda beserta Syaikh besarnya yang sesat, Ali Hasan Al Halaby Al Mubtadi’? Allahumma…

Setelah kita membaca sikap tegas Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah terhadap ‘Ar’ur yang dibela oleh dedengkot Halabiyun Rodja Firanda dan Syaikhnya, Ali Hasan Al Halaby, pantaskah jika ada seorang Syaikh yang mengaku dan diakui memiliki hubungan dekat dengan Al Allamah Al Fauzan malah menutup mata dari kejahatan di atas dan sebaliknya menjalin kompromistis (kategori:manhaj) dengan Halabiyun licik Firanda dengan beralasan untuk menyambut nasehat Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah untuk saling berdamai?

Sungguh Halabiyun Firanda telah menunjukkan kepada kita semua bahwa di depan Al Allamah Al Fauzan hafizhahullah dalam memperjuangkan rekomendasi Rodjanya dia sama sekali tidak menunjukkan hakekat dirinya dan Rodjanya sebagai pendukung utama dakwah Ali Hasan Al Halaby di Indonesia yang telah ditahdzir oleh Al Lajnah Ad Daimah/Al Allamah Al Fauzan (sebagaimana dia juga tidak menunjukkan jati dirinya sebagai pembela ‘Adnan ‘Ar’ur) kecuali keterkaitan Rodja dengan Asy Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad.

Dan subhanallah….bahwa “trik” yang sama (tidak menunjukkan hakekat Rodja sebagai pendukung utama dakwah Ali Hasan Al Halaby di Indonesia kecuali hubungan mereka dengan Asy Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad) dalam memperjuangankan Rodja juga dilancarkan oleh kafilah Hanan Bahanan hadahumullah dalam perjalanannya ke Ma’bar (setelah gagal memperjuangkan di depan Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah) di depan Asy Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Imam hafizhahullah yang dijurubicarai oleh Asy Syaikh AMDz dan Abdul Barr hadahumallah. Kok bisa (sama triknya)? Semoga dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk membeberkan bukti faktanya, insya Allah.

Kami sama sekali tidak mengatakan bahwa telah ada musyawarah terlebih dahulu antara Firanda dengan kafilah Hanan Bahanan dalam menyembunyikan sosok dan peran sentral Ali Hasan Al Halaby (dalam memperjuangkan Rodja) sebagai Syaikh besarnya Rodjaiyun tetapi…menyembunyikan peran dan nama besar Ali Hasan Al Halaby di sisi Rodja di depan Asy Syaikh Al Fauzan dan Asy Syaikh Al Imam hafizhahumallah…apakah itu kejujuran??? Jawablah, “saya ingin kejujuran antum!!!” (kata dedengkot Halabiyun Firanda)

BANTAHAN SYAIKH AL-ABBAD HAFIZHAHULLAH TERHADAP ADNAN AR’UR

Sesungguhnya, kedekatan dedengkot Halabiyun Rodja Firanda dengan Asy Syaikh Abdurrazzaq dan ayah beliau, Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahumallah sedikit banyak memiliki peran yang bisa mengantarkan dirinya menjadi salah satu pengisi rutin di masjid Nabawi. Di sini kami hanya akan menjawab tudingan jahat Firanda yang ditulis dalam proposal ishlahnya yang kemudian disambut hangat oleh Asy Syaikh AMDz:

tudingan manhaj ghuluw thdp ahlussunnah

Gambar 8. Screenshot tudingan Firanda

Kami akan membuktikan bahwa kedekatan Halabiyun Rodja Firanda dengan beliau berdua dalam keadaan membela dan melindungi ‘Adnan ‘Ar’ur yang sesat ternyata tidak mampu untuk menyembunyikan bukti bahwa Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah ternyata tidak memiliki manhaj yang sama (dengan Firanda) dalam mentahdzir ‘Adnan ‘Ar’ur yang sesat:

Penanya: Wahai Syaikh, di sana ada beberapa kaidah yang membingungkan kami, maka kami ingin menyampaikan kepada Anda agar bisa mengetahui komentar Anda, dan apakah kaidah-kaidah tersebut sesuai dengan keyakinan Ahlus Sunnah berupa prinsip-prinsip pokok yang kokoh dan dhawabith yang tetap, seperti kaidah berikut; kita memperbaiki, namun tidak melukai, kaidah yang lain jika engkau memvonis maka engkau akan divonis, dan jika engkau berdakwah maka engkau akan mendapat pahala?

Asy-Syaikh: Kaidah-kaidah yang engkau sebutkan ini atau yang engkau isyaratkan ini siapa yang mengucapkannya?

Penanya: Wahai Syaikh, yang mengatakannya adalah Adnan Arur.

Asy-Syaikh: NASEHAT SAYA UNTUK KALIAN, KALIAN JANGAN MENYIBUKKAN DIRI DENGAN UCAPANNYA (ARUR) DAN KAIDAH-KAIDAHNYA, JANGAN MENOLEH KEPADA ILMUNYA. KARENA DIA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG CAMPUR ADUK (AL-HAQ DAN BATHIL). SAYA TELAH MENELAAH SEBAGIAN UCAPANNYA DAN SAYA MELIHATNYA ADA UCAPAN YANG TIDAK BENAR DAN TIDAK SEPANTASNYA. OLEH KARENA INILAH SEPANTASNYA MENINGGALKAN UCAPANNYA, TIDAK MEMPERHATIKAN DAN TIDAK MENYIBUKKAN DIRI DENGANNYA. Seseorang hendaklah menyibukan diri dengan perkataan para ulama ahli tahqiq seperti kaset-kaset Asy-Syaikh Ibnu Baz, Asy-Syaikh Al-Utsaimin, kaset-kaset Asy-Syaikh Al-Fauzan, kaset-kaset Asy-Syaikh Abdul Aziz Alus Syaikh (Mufti Kerajaan Arab Saudi) serta ulama yang lain yang bisa dijadikan sandaran dan terpercaya. ADAPUN AL-AKH ADNAN ARUR, SAYA TELAH MENELAAH SEBAGIAN UCAPANNYA DAN SAYA MELIHATNYA DIA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG CAMPUR ADUK SEHINGGA TIDAK PANTAS MENOLEH KEPADANYA DAN TIDAK PULA MENYIBUKKAN DENGAN UCAPANNYA. INI PERKATAAN SAYA SECARA RINGKAS TANPA PERLU KALIAN SEBUTKAN KAIDAH-KAIDAHNYA ATAU KAIDAH-KAIDAH SELAINNYA.

Penanya: NASEHAT TERAKHIR, APAKAH BOLEH MENGHADIRI PELAJARAN-PELAJARANNYA?

Asy-Syaikh: DEMI ALLAH, TIDAK SEPANTASNYA KALIAN MENGHADIRI PELAJARAN-PELAJARANNYA JIKA DIA SEPERTI INI, SELAMA INI MERUPAKAN OMONGAN DIA MAKA TIDAK PANTAS UNTUK KALIAN MENGHADIRI PELAJARAN-PELAJARANNYA.

Penanya: Thayyib, jazakumullahu khairan.

Asy-Syaikh: Hayyakumullah.

Penanya: Assalamualaikum.

Asy-Syaikh: Waalaikumussalam warahmatullah.

 

Ditranskrip oleh Abu Aisyah Abdurrahman Al-Maghriby yang diposting di:

http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=40496

Link bukti audio beliau: download di sini

Sebagian transkripnya bisa juga dilihat di Shiyanatus Salafy karya Asy-Syaikh Ahmad Bazmul hal. 530 terbitan Darul Istiqamah, file format PDF.

Subhanallah, lalu dimana kesamaan manhaj Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah dengaan dedengkot Halabiyun Rodja Firanda (dan Ali Hasan Al Halaby) sebagaimana yang dia iklankan? Halabiyun Firanda membela dan melindunginya sementara Asy Syaikh Al Abbad hafizhahullah dengan tandas menyatakan jangan menoleh kepada ilmunya, bahwa ‘Ar’ur memiliki pemahaman yang campur aduk dan beliau tegas melarang untuk menghadiri pelajaran-pelajarannya.

Sungguh dudukmu di kursi masjid Nabawi dan berbangganya para fans Halabiyun Rodjamu tidak akan mampu menutupi bukti kenyataan ini!! Engkau adalah pembela Ahlul bathil wahai Firanda! Hadahullah.

SIKAP ASY-SYAIKH AL-UTSAIMIN TERHADAP ADNAN AR’UR

Penanya: Wahai Syaikh, apa pendapat Anda tentang Asy-Syaikh Adnan Ar’ur?

Asy-Syaikh: Beberapa orang telah mengkritiknya dan saya sendiri tidak mengenalnya, hanya saja beberapa manusia telah mengkritiknya.

Penanya: Memang, Asy-Syaikh Al-Fauzan, Asy-Syaikh Al-Ghudayyan dan (Abdul) Muhsin Al-Abbad serta selain mereka telah membantahnya, apakah Anda menasehati untuk mengambil ilmunya atau tidak?

Asy-Syaikh: Ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.

Penanya: Bahkan Asy-Syaikh Rabi’ juga telah membantahnya.

Asy-Syaikh: Saya katakan; Ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.

Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya, wahai Syaikh?

Asy-Syaikh: Ya.

Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya? Para ulama tersebut menasehati kami agar tidak mendengarkan kaset-kasetnya (kalimat yang tidak jelas).

Asy-Syaikh: Seandainya para ulama tersebut menasehatiku, niscaya aku ambil nasehat mereka.

Penanya: Jazakallahu khairan, wahai Syaikh.

Asy-Syaikh: Karena para ulama itu terpercaya.

Penanya: Baarakallahu fiik, wahai Syaikh.

Asy-Syaikh: Wa fiikum.

 

Ditranskrip oleh Abu Abdirrahman Al-Batany di:

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=116178

 

Link bukti audio beliau:  http://goo.gl/kDKIA (box.com) atau di sini

Itulah pernyataan Al Allamah ‘Utsaimin rahimahullah, “Seandainya para ulama tersebut menasehatiku, niscaya aku ambil nasehat mereka.Dan bandingkan dengan manhaj dedengkot Halabiyun Firanda dan Syaikh Rodjanya, Ali Hasan Al Halaby yang malah melindungi dan berhubungan erat dengan ‘Adnan ‘Ar’ur, apakah mereka tergolong orang yang mengikuti nasehat para ulama ataukah merupakan contoh nyata para pembangkang?? “Saya ingin kejujuran antum!!!” Kata dedengkot Halabiyun Rodja Firanda.

Masihkah engkau mau menipu umat dengan ucapanmu:

akuilah manhajmu yang berbeda dengan syaikh utsaimin

Gambar 9. Screenshot akuilah dengan jujur bahwa manhaj antum (yang membela ahlul bathil) tidak sama dengan manhaj Asy Syaikh ‘Utsaimin sebagaimana bukti di atas

Demi Allah….setelah semua pemaparan bukti di atas, maukah anda wahai Ahlussunnah untuk berkompromi dan menawarkan kepada Firanda dan kelompoknya untuk saling mencabut dan menghapus semua bukti Parodi Bersambung Kejahatan Halabiyun Rodja, Syaikhnya dan Firanda dengan dalih menyambut nasehat Al Allamah Al Fauzan untuk saling berdamai dengan mereka??????????????!

Ingatlah wahai saudaraku rahimani wa rahimakumullah dengan jawaban Al Allamah Fauzan ketika membantah khabar bahwa Al Lajnah Ad Daimah telah mencabut fatwanya terhadap Al Halaby dan bukunya:

Ini adalah dusta semuanya, Al-Lajnah tidak pernah mencabut dan INSYA ALLAH TIDAK AKAN MENCABUT KEMBALI KEBENARAN DAN MENJELASKAN KEBATHILAN, dan tidak ada seorang pun yang mengunjungi Al-Lajnah, seandainya dia telah mengunjunginya memangnya kenapa jika dia telah mengunjunginya?! AL-LAJNAH TIDAK AKAN MENARIK KEMBALI KEBENARAN UNTUK SELAMA-LAMANYA, BAHKAN YANG WAJIB, DIALAH (AL-HALABY) YANG HARUS MENCABUT KEBATHILAN DAN BERTAUBAT KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA, NAAM.

Walhamdulillahirabbil ‘alamin.

(Bersambung pada Parodi Rodja berikutnya, insya Allah)

sumber tukpencarialhaq.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s