Beranda » Manhaj » Parodi Rodja (Bagian 8): Pujian Syaikh Besar Rodja Kepada Dedengkot Teroris Khawarij Usamah bin Laden

Parodi Rodja (Bagian 8): Pujian Syaikh Besar Rodja Kepada Dedengkot Teroris Khawarij Usamah bin Laden

Bismillahirrohmanirrohim. o

Pujian Syaikh Besar Rodja Terhadap Dedengkot Teroris Khawarij

Usamah bin Laden

(Kok Bisa???)

al halaby puji bin laden

Hari-hari syubhat dimana berdalil dengan bangganya “lautan” hadirin dalam perhelatan yang digelar oleh Rodjanya…

Hari-hari syubhat dimana mengisi majelis di masjid Nabawi sebagai tolok ukur kemuliaan yang Allah Ta’ala berikan padanya, kebenaran dan keterkenalan namanya…

Sama persis dengan syubhat usang Abdullah Taslim pendahulunya, yang membedakan hanyalah figure yang disyubhatkan lebih menurun kualitas dan bobotnya…

“…Pada waktu itu malam hari, Ustadz Muhammad Nur Ihsan yang dari Riau beliau yang pertama kali dihubungi oleh syaikh Abdullah al Bukhari yang beliau adalah salah seorang Masyaikh Ahlussunnah di Madinah yang mengajar di Jami’ah Islamiyah, seorang doktor yang ana beritahukan kepada antum bahwa rata-rata masyaikh yang datang kesini yang dibawa ikhwan-ikhwan kita yang mendatangkan di sini rata-rata kalau di Madinah  mereka termasuk syaikh yang biasa-biasa. Artinya kalau di Indonesia memang mereka paling pinter kalau di Indonesia, kalau di sana yang seperti itu Masyaikh Ahlussunnah yang lainnya banyak yang jelas mereka tidak seterkenal dan tidak se.. lebih diakui dibandingkan Syaikh Ibrahim Ruhaili, Syaikh Abdurrozaq dan para masyaikh lainnya yang mereka itu ngajar di Masjid Nabawi. Sedangkan masyaikh-masyaikh tersebut bukan termasuk yang ngajar di masjid nabawi…” (Abdullah Taslim)

Link bukti ucapannya: http://www.4shared.com/mp3/tRSyHel2/masyaikh_biasa_biasa.html

penghina ulama Ahlussunnah dan pendukung Ar Ruhaily

Gambar 1. Screenshot contoh penggembosan manhaj via facebook oleh akun dengan nick name Dakwah Tauhid, memangsakannya kepada penghina ulama Ahlussunnah dan pendukung Ar Ruhaily.

Sengaja kami menghapus sasaran penggembosannya karena sasaran tembak bisa terjadi pada siapa saja, yang terpenting kita kenali adalah “paku” penggembosnya. Haluss menyapa korbannya agar mau OBYEKTIF mendengarkannya, siapa tahu ada syubhat yang bisa ditularkannya. Walau dakwah “Tauhidnya” gagal memangsa korban, namanya juga usaha…

Tak peduli dan atau kura kura dalam perahu walaupun bukti-bukti penyimpangan telah rapi terpampang di depan mata?

http://tukpencarialhaq.com/2012/03/12/bantahan-asy-syaikh-ubaid-al-jabiri-thp-ibrahim-ar-ruhail/

http://tukpencarialhaq.com/2012/07/05/tahdzir-asy-syaikh-muhammad-bin-hadi-al-madkhali-atas-ibrahim-ar-ruhaili/

KOK BISA?

Kok bisa Syaikh maskot Rodja (RADIO DAKWAH AHLUSSUNNAH, katanya) mengatakan Al Qaidah bukan Takfiri dan bukan pula Khawarij?!

Kok bisa Syaikh maskot Rodja (RADIO DAKWAH AHLUSSUNNAH, katanya) memuji Takfiri yang jelas-jelas melancarkan pengkafiran dan permusuhannya terhadap penguasa muslim dan para ulama besarnya?!

Kok bisa Syaikh maskot Rodja (RADIO DAKWAH AHLUSSUNNAH, katanya) bikin surat palsu dan dibaca tartil sebagaimana membaca ayat suci Al Qur’an untuk dijadikan sebagai bahan lawakan dan tertawaan?!

Pelecehannya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam

Dst…

Kok bisa orang sesat lagi menyimpang, SEORANG IKHWANI AL ARIFY (!!!!)  yang telah lama mendapatkan hujan tahdziran para ulama Ahlussunnah karena kesesatannya yang parah (!!) malah disuguhkan oleh RODJA (Radio dakwah Ahlussunnah, katanya) kepada umat sebagai ulama, Syaikh MASKOT RODJA?!

Ya Allah…kok bisa….yang berani membongkar berbagai macam jenis kejahatan dan kebatilan mereka ini, malah dicerca, diejek, difitnah dan diupayakan dengan sepenuh daya upaya..AGAR DITAHDZIR OLEH ULAMA AHLUSSUNNAH!!!!

Sungguh harga diri telah tergadaikan sejak lama, lakukan apa yang mau kalian lakukan dan kami DEMI ALLAH akan “mengganggu” lebih hebat lagi, asal umat tiada terpedaya oleh balutan tutur kata bijaksana dan bijaksini atau gelar yang indah menipu.

Inilah gangguan yang kami janjikan…Lihatlah manhaj Sang Doktor Rodjanya!!

sang doktor rodja_resize

Gambar 2. Screenshot Sang Doktor Rodja

Inikah yang disebut pembelaan dan upaya dalam melindungi umat? Mendakwahkan Sunnah? Dan hanya orang bodoh yang mentahdzir Rodja?? Menyerang pemerintah secara terbuka? Bukan satu atau dua bahkan ribuan aparatur pemerintah seperti yang dia nyatakan sendiri dengan alasan tidak mungkin menyurati mereka satu persatu!!! Allahu Akbar!!

ali musri serang pemerintah_resize

Gambar 3. Screenshot SELALU solusi yg dibuat pemerintah menimbulkan masalah bagi rakyat teriak sang doctor Rodja kepada ribuan anggota facebooknya

Sungguh tiada tersisa apapun dari kebaikan pemerintah di mata Sang Doktor Rodja!! Pemerintah mulai dari tingkat yang serendah-rendahnya sampai tingkat yang paling tinggi!! SELALU solusi yg dibuat pemerintah menimbulkan masalah bagi rakyat!! Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Dimana syubhat OBYEKTIF sang “Dakwah Tauhid” berada?

Dimana kalian wahai yang mengaku Ahlussunnah? Kesana kemari membela Rodja? Sungguh tidak mungkin kecemburuan umat kalian padamkan. Tetapi, dianya memang amat sangat cemburu.. tak terima Rodjanya dan para dainya disingkap kesesatannya…

Firman Allah Ta’ala:

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (٤٦)

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al Hajj:46)

Kok Bisa, sebuah contoh kalimat tanya yang menggambarkan keheranan yang sangat (sebagaimana jika anda menanggapi judul makalah ini) yang tidak membutuhkan jawaban sebenarnya walau pada akhirnya malah dijadikan bahan olokan dan ejekan oleh orang-orang berpenyakit dari kalangan Halabiyun Rodjaiyun beserta para centeng pembelanya…

alhawa menghalangi dari alhaq

 

Perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu: “Al Hawa menghalangi dari Al Haq”

(Al Ibanah Ash Shughra hal. 122 dengan perantara Sallus Suyuf hal.19 pdf, Daarul Manhaj)

Tidak ada penyakit yang lebih parah daripada hawa

Perkataan Al Hasan rahimahullah: “Tidak ada penyakit yang lebih parah daripada hawa yang bercampur masuk ke dalam hati”

(Al Ibanah Ash Shughra hal. 124 dengan perantara Sallus Suyuf hal.20 pdf, Daarul Manhaj)

Jika Al Hawa telah menguasai kalbu

Perkataan Abdullah bin ‘Aun Al Bashry rahimahullah: “Jika Al Hawa telah menguasai kalbu, maka orang itu akan memandang baik apa yang tadinya dia pandang buruk”

(Al Ibanah Ash Shughra hal. 131 dengan perantara Sallus Suyuf hal.20 pdf, Daarul Manhaj)

Perkataan Artha’ah bin Al Mundzir rahimahullah

Perkataan Artha’ah bin Al Mundzir rahimahullah: “Seandainya anakku termasuk orang fasiq maka lebih ringan bagiku daripada dia sebagai shahibu hawa”

(Al Ibanah Ash Shughra hal. 132 dengan perantara Sallus Suyuf hal.20 pdf, Daarul Manhaj)

Lihatlah wahai pembaca, apakah mereka menyerang Ahlussunnah dengan hujjah ataukah hanya semata melempari dengan cercaan dan ejekan?

Ataukah bertindak lebih jauh lagi, mengerahkan massa untuk berdemonstrasi, berupaya memberangus dan menghancurkan dengan segala cara sarana yang menyingkap dan membongkar kedok kejahatan mereka atau bahkan bergaya preman mengancam mengerahkan ribuan orang untuk langsung mendatangi? Bukankah mereka bukan penguasa wahai saudaraku dan sudah berani unjuk gigi memamerkan otot angkara murka?!

Sesungguhnya Ahlul Ahwa adalah orang-orang sesat

Perkataan Abu Qilabah rahimahullah: “Sesungguhnya Ahlul Ahwa adalah orang-orang sesat. Saya tidak melihat tempat kembali mereka selain ke neraka, perhatikanlah mereka. Tidaklah seorangpun dari mereka yang mengikuti suatu pendapat kemudian berakhir dengan pedang…”

(Al Ibanah Ash Shughra hal. 138 dengan perantara Sallus Suyuf hal.20 pdf, Daarul Manhaj)

TANTANGAN ITU BELUM KADALUARSA

Mengingatkan kembali tantangan Firanda kepada segenap Ahlussunnah

menjawab tantangan ishlah firanda

Gambar  4. Tantangan Firanda kepada segenap Ahlussunnah masih tetap terpatri walaupun dia telah melakukan kesepakatan “Ishlah”

Dan foto duduknya di kursi masjid Nabawi-pun disebarluaskan sebagai “dalil” penghibur dan “pil” dosis penenang setelah disambut tantangannya serta dibongkar bukti-bukti kejahatan berat Syaikh Rodjanya yang memperolok-olokkan Al Qur’anul Karim, membela Takfiri Khariji, melindungi Al Qaidah serta melecehkan manusia terbaik, penghulu para rasul, Ash Shadiqul Masduq yang nama beliau diabadikan sebagai nama masjid yang dengannya dia duduk di kursi di dalamnya!!

Parodi Rodja Bag 6

Gambar 5. Screenshot penyebaran foto kursi di masjid Nabawi sebagai “dalil” penghibur untuk menenangkan massa Halabiyun pasca pembongkaran bukti-bukti kejahatan keji Syaikh Rodjanya untuk menjawab tantangan dan tuduhan miringnya.

Subhanallah, apa mereka mengira foto duduknya di kursi di masjid nabawi mampu menyulap bukti-bukti kejahatan dan kesesatan jaringan Rodja seperti sebagian contoh di atas seketika menjadi Al Haq yang wajib untuk diikuti dan diteladani?! Walaupun engkau bisa berlindung di dalam Ka’bah sekalipun, kebatilan tetaplah sebagai kebatilan, kesesatan tidak akan berubah menjadi kebenaran!

Usamah Bin Laden Dipuji Syaikh Besar Rodja, Al Halaby

Mereka bangga dan mengakui sendiri peran bin Laden dalam serangan gedung kembar WTC:

http://www.arrahmah.com/read/2007/12/06/1341-sekali-lagi-tentang-wtc.html

situs arrahmah berita alqaidah

Gambar 6. Screenshot dengan bangganya situs Ar Rahmah mengumumkan kepada dunia…

Perhatikanlah bagaimana Al-Halaby berkata tentang Usamah bin Laden Al Kharijy:

 اسامة بن لادن رجل صاحب مال وعنده غيرة دينية وإلا ليس هو طالب علم فما وجد نفسه إلا في وسائل الإعلام وعلى ألسنة الناس ويحاط بمجموعة من الحزبيين والتكفيريين وما أشبه هؤلاء

“Usamah bin Laden adalah orang kaya dan dia memiliki semangat keagamaan, hanya saja dia bukan seorang penuntut ilmu. Jadi dia tidak didapati dirinya kecuali di media massa dan melalui lisan-lisan manusia, dan dia ini dikelilingi oleh sekelompok hizbiyyun dan takfiriyyun serta yang semisal dengannya. Dan sebagaimana dikatakan tidak ada sesuatu yang tersisa yang ditakutkan atasnya dan tidak pula darinya, dia merupakan buronan Amerika nomor wahid.

ni pujian al halaby kpd khariji usamah bin laden

Gambar 7. Screenshot pujian Syaikh Besar Rodja terhadap tokoh besar Khawarij

يفعل ما هو باستطاعته أن يفعله !!ولكن ظننا به بأنه مخلص إن شاء الله ولا نزكيه على الله

Dan berikutnya dia melakukan apa yang mampu dia lakukan. Tetapi kita menganggapnya orang yang ikhlash insya Allah dan kita tidak mentazkiyahnya di sisi Allah!! Walaupun perkara-perkara yang dia lakukan ini atau diberitakan darinya tidak kita setujui dan tidak kita ridhai sebagaimana itu diketahui pada manhaj kita dan manhaj ulama kita.

Sumber suara:

http://www.albaidha.net/vb/attachment.php?attachmentid=703&d=1289521978

Link download bukti suara Al Halaby: http://goo.gl/JXhIA

Jadi ini adalah transkrip ucapan Al-Halaby yang aneh yang padanya dia meremehkan bahaya Usamah bin Laden dengan dalih menyebutkan kebaikan-kebaikan, agar diketahui dengan jelas oleh setiap orang yang berakal betapa berbahaya manhaj ini terhadap masyarakat dan bahwasanya sifat melampaui batas dan lembek, keduanya adalah dua sisi selembar uang kertas, yang satu melakukan berbagai kejahatan sedangkan yang lain membenarkannya dengan dalih ikhlash, lalu dimana ketegasan dalam menyampaikan al-haq?!

Dari sinilah nampak bahaya kaidah bathil yang maknanya: Mentahdzir cukup dari manhaj seseorang dan tidak perlu dari pribadinya. Yang mana ini dikatakan oleh Abdul Aziz Ar-Rayyis: Celaan terhadap Bin Laden bukanlah karena pribadi Usamah bin Laden, tetapi hanyalah karena perbuatannya dan akibatnya yang buruk terhadap kaum muslimin. (1)

Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry membantahnya: Tidakkah engkau mengetahui bahwa seruan-seruan, manhaj-manhaj dan kelompok-kelompok yang menyimpang tidak bisa muncul dengan sendirinya, tetapi yang memunculkannya adalah orang-orang yang mereka membelanya dan membangun loyalitas dan permusuhan karenanya dan menolongnya. Maka bagaimana kok mereka tidak dihukumi sama dengan penyimpangan mereka. Dan yang sangat disayangkan engkau telah memaparkan dan mengulang-ulang kaidah yang rusak ini di kasetmu yang berjudul ‘Haqiiqatul Jaamiyah’ dengan engkau katakan: ‘Syubhat kedelapan: Mereka suka membantah para dai yang melakukan perbaikan…’ Engkau jawab dengan mengatakan: ‘Yang jadi patokan adalah dengan manhaj dan bukan dengan individu-individu sebagaimana akan datang penjelasannya.’ Dan engkau mengulanginya di kaset itu juga ketika engkau membawakan syubhat yang dikobarkan pada ucapan tentang orang yang sesat yaitu Usamah bin Laden dan bahwasanya para ulama telah mencelanya, engkau katakan: Celaan terhadap Bin Laden bukanlah karena pribadi Usamah bin Laden, tetapi hanyalah karena perbuatannya dan akibatnya yang buruk terhadap kaum muslimin. Padahal termasuk perkara yang nampak jelas bahwasanya para ulama yang mentahdzir dan tetap mentahdzir Bin Laden adalah hanya disebabkan karena kerusakan dan kebathilan manhajnya, dan mereka tidak menyentuh kepribadiannya, maka lihatlah caramu mendudukkan kesalahan telah menyampaikanmu ke mana?!”

Al-Khathib Al-Baghdady membawakan dengan sanadnya dari Rafi’ bin Asyras dia berkata, “Dahulu dikatakan:

إن من عقوبة الكذاب أن لا يقبل صدقه

‘Sesungguhnya termasuk hukuman terhadap seorang pendusta adalah dengan tidak diterima ucapannya yang jujur.

Dan saya (Rafi’ bin Asyras) katakan:

ومن عقوبة الفاسق المبتدع أن لا تذكر محاسنه

‘Dan termasuk hukuman terhadap seorang fasik mubtadi’ adalah dengan tidak menyebutkan kebaikan-kebaikannya.’ (Al-Kifayah hal. 117)

Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah ditanya:

هل يجوز مدح أهل الأهواء ؟

“Bolehkah memuji ahlul ahwa’?

Beliau menjawab:

إن كان يمدحهم للشّر الذي عندهم فهذا أمره خطير والعياذ بالله , أما لو مدحهم للخير الذي عندهم فهذا لا ينبغي لكي لا يضيع التحذير من باطلهم ، والذي ينبغي التحذير لا المدح

“Jika memuji mereka karena keburukan yang ada pada mereka maka ini perkaranya sangat berbahaya -waliyadzubillah-, adapun jika memujinya karena kebaikan maka ini tidak sepantasnya agar tahdzir terhadap kebathilan mereka tidak menjadi sia-sia, dan yang sepantasnya adalah mentahdzir dan bukan memuji. (Durus Sunan pada hari Sabtu 14 Rajab 1423 H)

Makalah yang ditulis oleh Al-Harist bin Hammam yang dikutip di:

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120266

Sumber:

http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=27348

Dan kami tambahkan di sini fatwa Asy Syaikh Ahmad Najmy rahimahullah terhadap bin Laden agar para pembaca bisa mengukur bobot ucapan maskot Rodja, Ali Hasan Al Halaby Al Mubtadi’ serta pandangannya tentang ghirah diniyah Usamah bin Laden :

قال السائل : يدعي بعض الناس أن ابن لادن هو المهدي المنتظر , ويلقبونه بأمير المؤمنين فما توجيهكم لذلك ؟؟

Pertanyaan: Sebagian manusia menganggap bahwa Ibnu Ladin adalah Al-Mahdy yang ditunggu-tunggu dan mereka menggelarinya sebagai amirul mu’minin, bagaimana bimbingan Anda?

فأجاب رحمه الله : هذوله  هم الشياطين , هذوله هم الشياطين , ابن لادن شيطان خبيث , ابن لادن شيطان خبيث , خارجي , لا يجوز لأحد أن يثني عليه , ومن أثنى عليه فهذا دليل على أنه خارجي مثله , من أثنى عليه فهذا دليل على أنه خارجي مثله , ويجب أن يعاقب ويؤخذ , نعم .

 Jawab:  Mereka adalah syetan (dari jenis manusiapent), mereka adalah syetan, Ibnu Laden adalah syetan yang buruk, Ibnu Laden adalah syetan yang buruk, seorang Khawarij, tidak boleh seorangpun memujinya dan barangsiapa memujinya maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang Khawarij seperti dia, barangsiapa memujinya maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang Khawarij seperti dia, dia wajib untuk dihukum dan ditangkap, naam.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=93851

Link suara beliau: http://goo.gl/nVytu

 

Setelah anda sekalian mendengar dan membaca pujian Al Halaby terhadap gembong terbesar Khawarij di masa sekarang ini dan setelah anda sekalian wahai saudaraku membandingkan pujian Syaikh Besar Rodja dengan fatwa para ulama Ahlussunnah di atas bahkan dia dinyatakan sebagai  “syetan yang buruk, seorang khawarij, tidak boleh seorangpun memujinya dan barangsiapa memujinya maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang Khawarij seperti dia, barangsiapa memujinya maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang Khawarij seperti dia, dia wajib untuk dihukum dan ditangkap” Masihkah anda akan tertipu wahai saudaraku jika kemudian orang datang kepadamu dengan melemparkan syubhat semisal…ya akhi kita juga tidak setuju dengan beberapa pemikiran Syaikh Ali Hasan Al Halaby tetapi janganlah permasalahan ini dijadikan sebagai alasan untuk saling berpecah belah..

Lihatlah dengan satu contoh bukti saja pujian Al Halaby terhadap bin Laden (padahal Al Halaby memiliki sekian penyimpangan besar) bagaimana syubhat di atas menjadikan persoalan prinsip, memuji orang yang telah terkenal kiprahnya dalam memprovokasi umat untuk menentang pemerintah, mengkafirkan, memberontak, melakukan terror dan peledakan hanya sebagai persoalan beda pendapat yang tidak selayaknya dijadikan alasan untuk saling bermusuhan!

Ya Subhanallah…

barangsiapa memujinya maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang Khawarij seperti dia, barangsiapa memujinya maka ini menunjukkan bahwa dia adalah seorang Khawarij seperti dia, dia wajib untuk dihukum dan ditangkap!!

Dan, bukti pujian Al Halaby Syaikh besar kalian bukankah bukan dugaan dan prasangka wahai Firanda sebagaimana tuduhan dustamu kepada Ahlussunnah??

Masih kita ingat pula bagaimana Asy Syaikh Ubaid Al Jabiry hafizhahullah telah memvonis Syaikh Besar Rodja ini sebagai Mubtadi’ Sesat.

Jika demikian halnya, apakah anda akan percaya jika dikatakan perpecahan ini terjadi hanya karena beda pendapat soal pendapatan?

kok bisa ngaku

Gambar 8. Screenshot Kok Bisa mengAKU hanya karena beda pendapat soal pendapatan dari Ihya’ut Turats?

Lagi-lagi tantanganmu telah  kami jawab wahai Caldok Firanda.

Demi Allah, kami sama sekali tidak bermimpi untuk ishlah dan rujuk dengan kalian yang Syaikh Rodja kalian adalah Al Arify Al Ikhwany dan Al Halaby yang memuji Kharijy Bin Laden. Karena sesungguhnya yang wajib adalah orang yang menyimpang untuk menghapus dan mencabut pernyataannya, rujuk dan bertaubat kepada Allah Ta’ala dan bukannya sebaliknya. Wallahu a’lam.

(Bersambung Insya Allah pada Parodi Rodja yang berikutnya)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s