Beranda » Manhaj » Parodi Rodja Bag.12: Hubungan Syaikh Rodja Dengan Syi’ah dan Ahlul Bid’ah

Parodi Rodja Bag.12: Hubungan Syaikh Rodja Dengan Syi’ah dan Ahlul Bid’ah

Bismillahirrohmanirrohim. o

hubungan syaikh rodja dengan syiah

Sebelum kita masuk pada tema Apa yang sesungguhnya terjadi di Mesir, penting untuk kami sisipkan sebuah makalah pengantar  demi membantu para pembaca agar bisa lebih mudah memahami secara utuh bahwa apa yang terjadi di Mesir atau di negara lainnya merupakan kondisi global berikut efek dari sikap dan manhaj Ikhwanul Muslimin itu sendiri. Apa yang berkaitan dengan Rafidhah Laknatullah ‘alaihi, kekejaman mereka tak lepas dari peran serta dan sikap Ikhwanul Muslimin.

Di sini, ada yang berperan sebagai pengobar “jihad” melawan Rafidhah, ada yang berperan mendukung gerakan revolusi dan demonstrasi untuk membuat kekacauan dan penumbangan pemerintah yang ada, kemudian mengusung demokrasi yang “Islami” sebagai jalan keluarnya, ada pula yang bertugas menjalin hubungan dekat tingkat tinggi dengan jajaran imam-imam dan pemuka Rafidhah, mendukung serta memuji Iran, para imam dan pemimpinnya serta revolusi (rafidhah) Khumainy laknatullah dan senantiasa mengingatkan kedua kelompok ini (Rafidhah dan Ikhwanul Muslimin) memiliki kedekatan serta kekerabatan historis dan emosional dengan dakwah Hasan Al Banna dan Sayyid Quthb. Di sana, ada pula yang berperan sebagai pengumpul dana umat sebagai bentuk “solidaritas” atas kekejaman Rafidhah Syi’ah Itsna Asy’ariyah. Demikianlah keadaan yang terjadi….

Kegagalan memahami kondisinya secara utuh sama halnya dengan menjadikan Syi’ah Rafidhah semata-mata sebagai musuh yang kejam luar biasa, padahal disebalik itu semua musuh yang tak kalah berbahayanya, Ikhwanul Muslimin beserta segenap perangkat sipil dan bersenjatanya adalah kawan dekat dan sekutu lama dari Rafidhah di berbagai lini kekacauan dan pembantaian umat Islam!!

Pada episode yang lalu telah kita tampilkan bukti foto (yang disebarluaskan sendiri) hubungan Syaikh Rodja Al Ikhwany Al Arify dengan dedengkot Quthbiyun Sururiyun, Salman Al Audah yang keduanya bak dua sejoli yang saling bergandengan erat dan hangat diiringi senyum mengembang di depan kamera. Allahul musta’an. Tetapi memang, untuk membuktikan kepada khalayak bukti kasih sayang, wala’ kecintaan diantara keduanya tidak membutuhkan hari khusus untuk melampiaskannya.

Pada kesempatan ini, kita akan tampilkan lagi bukti-bukti lain keterkaitan mereka dengan Syi’ah, hal mana menunjukkan bahwa Syaikh Rodja dedengkot Ikhwanul Muslimin ini dan Syaikhnya (gembong Sururi Salman Al Audah hadahumallah) memang memiliki hubungan dengan orang-orang Syi’ah, kapan mereka mesti berperan sebagai kawan, kapan pula berganti peran di depan umat dan layar TV dengan menjadi provokator yang menghasung kaum Muslimin untuk berjihad melawan Syi’ah.

Inilah Salman Al Audah yang bersama situs takfiriyun Ba’asyiriyun arrahmah  ikut meluapkan kegembiraannya setelah Al Arify dikeluarkan dari penjara pemerintah Saudi.

salman dengan orang syiah

Gambar 1. Salman Al Audah berfoto bersama orang-orang Syi’ah

Berikut foto bersamanya, kamera ….. action! Jangan lupa senyum tentu saja… bersama Syi’ahmu!!!

syiah dengan dedengkot surury

Gambar 2. Syi’ah dan dedengkot Sururi (sahabat-Syaikhnya Syaikh Rodja Al Ikhwany) senyum bersama didepan kamera

salman dan al arify

Gambar 3. Dedengkot Sururi Salman dan Syaikh Rodja Al Arify Al Ikhwany. Kemesraan mereka…

Gambar terkadang lebih membuka mata orang-orang yang “buta”, lebih luas maknanya daripada sebatas untaian kata, bukankah demikian wahai Firanda dan Abdullah Taslim?

Akan tetapi, diantara pembaca mungkin akan menyangkal bahwa hubungan di atas hanyalah keterkaitan Salman Al Audah dengan orang-orang Syi’ah dan kebetulan Syaikh Salman memang dekat dengan Syaikh Rodja, Al Arify. Adapun hubungan orang-orang Syiah dengan Syaikh Al Arify itu sendiri, mana bukti faktanya seperti judul di atas?

Jangan salah wahai saudaraku, Salman tiada beda dengan Arify baik manhaj rusaknya maupun secara khusus sikap mereka terhadap orang-orang Syi’ah karena mereka memang berduaan bertemunya!!! Perhatikan gambar di bawah ini:

dzulwajhain al arify

Gambar 4. Ada saatnya berperan sebagai teman, ada saatnya tampil bergaya di depan umat mengumandangkan (provokasi) Jihad melawan Syi’ah.

Bau manhaj Ikhwany bagaimana akan bisa menipu?

Sa ad Al Buraik-Aidh Al Qarny-An Najimy-Al Audah_resize

Gambar 5. Sa’ad Al Buraik, Aidh Al Qarny, An Najimy, Al Audah. Kita mengenal orang jahat agar tidak tertipu walau dipromosikan sebagai duat penyebar Tauhid dan Sunnah.

salman al audah saad alburaik dengan salah satu imam syiah

Gambar 6. Para dedengkot Hizbi, Salman Al Audah dan Sa’ad Al Buraik dengan salah satu Imam Syiah Rafidhah. Perhatikan senyum mereka.

Simak penjelasan Asy Syaikh Muhammad bin Hadi Al Madkhali dalam masalah ini pada link berikut: http://www.youtube.com/watch?v=rUAKfv3-yqY

Bagi orang-orang yang menuding dan mencap Ahlussunnah sebagai Ashabul manhaj serta mengadukan para du’at Ahlussunnah yang mentahdzir umat dari bahaya Rodja sebagai sikap yang tidak hikmah (karena masih ada kemunkaran yang lebih besar, demikian sebagian alasan mereka) tentu akan “sepakat dengan kita” bahwa untuk “SYI’AH” tidak ada udzur/alasan untuk tidak disampaikan kepada umat, yang awam sekalipun.

abdullah sholeh ali hadrami

Gambar 7. Dai lokal (pengagum Ikhwani lokal dan Sururi Internasional Salman Al Audah) yang mendatangkan dedengkot Halabiyun Irsyadiyun, Yazid Jawas ke kota Malang

Bukankah mereka sendiri bebas mengadakan dauroh atau ceramah khusus terkait bahayanya Syi’ah, kesesatan dan kekufuran aqidah mereka atau membicarakan soal Takfiri, Khawarij dan kaitannya dengan terorisme di Indonesia?

koleksi ceramah abdullah hadrami_resize

Gambar 8. Situs Halabiyun kajian.net secara resmi mempublikasikan ceramahnya dan merekomendasikannya kepada umat

Bukankah ini semua masuk dalam ranah membicarakan secara khusus dalam sebuah Dauroh tentang manhaj (lebih dari seperempat jam tentunya) dan tidak ada diantara (sesama) mereka yang berlomba-lomba mengadukan hal ini kepada para ulama? Tetapi ketika anda atau siapapun berani membicarakan tentang jaringan Sururiyun Halabiyun Rodja dan kesesatan mereka, tiba-tiba begitu bersemangat menjadikannya sebagai bahan untuk mengadukannya kepada para ulama…! Allahul musta’an.

Bukankah tidak cukup Asy Syaikh Muqbil rahimahullah berbicara khusus manhaj untuk Membungkam Anjing Menggonggong hanya seperempat jam saja? Bahkan satu jam-pun belum cukup! Tiga kaset file إسكات الكلب العاوي   buktinya ya ikhwah yang masing-masingnya berdurasi sekitar 1 jam!

Asy Syaikh As Salimy sendiri, demi menyingkap hakekat Freemasonry dan mentahdzirnya membutuhkan waktu 48 menit 8 detik! File الماسونية أساس الفتن فاحذروها yang kami pegang adalah buktinya!

Ataukah anda merasa kurang puas dengan satu bukti dari dua ulama di atas? Berikut nama file dan durasinya dari beberapa ulama (semua bukti file ada pada kami).

bukti ceramah para masyayikh dalam perkara manhaj_resize_resize

Gambar 9. Bukti file sebagian ulama yang khusus berbicara manhaj tidak cukup seperempat jam saja. Membatasinya semata seperempat jam membutuhkan dalil yang shahih

Maka, upaya keras untuk membungkam orang-orang yang tegas dan jelas mentahdzir umat dari jaringan hizbi Halabiyun Rodja, melaporkan dan mengadukannya kepada para ulama dalam keadaan di sisi mereka adalah tukang-tukang pengobral-pelaris syubhat hizbiyun serta pembela sengit Halabiyun Rodja dan para dainya jelas-jelas menimbulkan pertanyaan besar ….Ada Apa di Balik Halabiyun Rodja? Ataukah… Ada Halabiyun Rodja di Balik Apa?

Oleh karena itu, bukti-bukti hubungan Syi’ah dengan Syaikh Rodja adalah sebuah bentuk ikhtiar untuk menjatuhkan prinsip yang diklaim hikmah oleh mereka (tidak mentahdzir Rodja secara umum) dengan amalan mereka sendiri. Mendiamkan Rodja dan hubungan Syaikh Rodja dengan Syi’ah bukan sikap yang hikmah wahai kaum sebagaimana prinsip yang selama ini kalian pegang!

Karena, bukan hanya Syi’ah yang pantas diwaspadai, bahkan orang-orang dan kelompok yang menjalin hubungan dengan Syi’ah keadaan mereka jauh lebih berbahaya dalam satu sisi tersebab samarnya keadaan bahaya mereka karena banyaknya umat yang tertipu dengan menganggap mereka sebagai orang-orang yang memiliki kedudukan dan kepercayaan.

Syaikh Rodja, Al Arify Al Ikhwany adalah salah satunya. Pemain watak yang culas tentu akan bisa mencari waktu kapan berperan sebagai kawan dan kapan pula berganti posisi sebagai lawan. Tentu saja untuk tampil sempurna di depan kamera televisi, wajah mesti tertata rapi jangan sampai debu hinggap menempel mengotori muka agar peran yang dijalaninya bisa tampak serealistis mungkin, wanitapun terlibat? Kenapa tidak jika semuanya untuk acara tampil di depan layar kaca “dakwah”…

kaum hawapun ikut nimbrung

Gambar 10. Kaum hawapun bebas ikut nimbrung dalam acara shooting sang Dai layar kaca Rodja bersama para anggota tim sukses sang jawara

Jika telah terbiasa menyimpang, takkan malu mempertontonkan penyimpangannya direkam dan ditunjukkan pada umat

contoh jenis para dai ikhtilath

Gambar 11. Contoh dari jenis para dai Ikhtilath, senyum mereka takkan mengubah hakekat manhajnya yang rusak. Kenalilah orang-orang jahat penyesat umat walau dijajakan sebagai Syaikh Radio Dakwah Ahlussunnah.

Muhammad Najimy

Gambar 12. Muhammad Najimy, senyumannya takkan mengubah hakekat manhaj yang dipertontonkannya.

aidh alqarny

Gambar 13. ‘Aid Al Qarny, La tahzan! Senyumannya takkan mengubah hakekat manhaj yang dipertontonkannya.

salman al audah_resize

Gambar 14. Salman Al Audah, senyumannya takkan mengubah hakekat manhaj yang dipertontonkannya.

Dan kita tutup dengan bukti aksi reality show pemain watak Rodja, Syaikh Muhammad Al Arify Al Ikhwany…

al arify ikhtilath_resize

Gambar 15. Al Arify, dekat penuh antusias mendakwahi kaum hawa.

Demikianlah akhir dari etape ke 12 untuk menjawab tantangan Caldok Firanda, pembeberan bukti-bukti bahwa Rodja memang benar-benar memiliki keterkaitan dengan Ahlul bid’ah dan orang-orang yang sesat lagi menyimpang.

Hal yang sangat menyesakkan dada sebenarnya kita terpaksa harus menampilkan berbagai bukti foto-foto semacam ini, hanya saja kewajiban menyodorkan bukti bagi penuduh agar kami tidak dicap sebagai pembual yang hanya bisa melontarkan tuduhan tanpa mampu menghadirkan buktinya memaksa kita berbuat demikian, disamping adanya penjelasan ulama dalam masalah ini sebagaimana artikel yang telah lalu (http://tukpencarialhaq.wordpress.com/2013/03/10/hukum-gambar-sebagai-alat-bukti/ atau http://tukpencarialhaq.com/2013/03/10/hukum-gambar-sebagai-alat-bukti/ ).

Bersambung pada Parodi berikutnya Insya Allahu Ta’ala…

sumber :http://tukpencarialhaq.com/2013/07/30/parodi-rodja-bag-12-hubungan-syaikh-rodja-dgn-syiah-dan-ahlul-bidah/#more-3679

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s