Beranda » Manhaj » Betulkah Mengambil dana Ihya At Turots untuk kepentingan Dakwah itu Cerdas??

Betulkah Mengambil dana Ihya At Turots untuk kepentingan Dakwah itu Cerdas??

“Tidak ada harta yang paling tidak berkah selain dari hartanya ahlul bid’ah.”!!

al barbahariYang ke lima ikhwani fiddin-akramani wa akramakumullahu jami’an-wasiat Fudhail bin ‘Iyadh adalah:
Fudhail bin ‘Iyadh menukil ucapan Ibnul Mubarak. Seorang yang dikenal zuhud,seorang yang dikenal kalem,seorang yang dikenal tawadhu’. Bahkan beliau ini di saat hendak meluruskan kesalahan seseorang pun begitu lembut caranya. Apa kata Ibnul Mubarak?

“Tidak ada harta yang paling tidak berkah selain dari hartanya ahlul bid’ah.”Jadi hartanya ahlul bid’ah adalah harta yang paling tidak berkah. Saya masih ingat ketika mengingatkan Abu Qatadah cs agar jangan berhubungan dengan muassasah2 hizbiyyah:Ihya’ut Turats atau ash-Shafwah dan lain sebagainya.”Saya mau bergabung bersama antum kalau antum melepaskan diri dari ikatan ntah itu Ihya’ut Turats atau ash-Shafwah. Stop bantuan yang mereka berikan!”Tapi rupanya mereka lebih memilih untuk tetap menerima dana dan berhubungan dengan muassasah2 tersebut. Akhirnya saya memilih keluar dari situ. Kemudian orang-orang  yang bersamanya mengatakan:”kenapa ngambil dana saja kok dilarang?Daripada dana ini diambil sama ahlul bid’ah untuk memakmurkan kebid’ahannya,ya mending kita ambil”kata mereka.

Belum tahu kalau hartanya ahli bid’ah itu harta yang paling tidak berkah!! Ternyata baru -baru ini ada orang yang mengatakan:”memanfaatkan dana  dari Ihya’ut Turats untuk kepentingan dakwah adalah orang yang cerdas.”kok hampir mirip ya?? Cuma kalimat yang berbeda. Belum tahu kalau harta ahlul bid’ah itu adalah harta yang paling tidak berkah!! Harta mereka mau kalian jadikan untuk (tidak jelas) dakwah?!! Maka sungguh dakwah kalian adalah dakwah yang akan gagal dan hancur!!! Dan itu terbukti. Kalau saya mau jujur,mau ceritakan,wuuuuh…berapa banyak kerusakan yang terjadi di pondoknya Abu Qatadah. Tanpa saya harus datang dan melihat secara langsung. Beberapa orang sudah keluar dari tempat itu. Semuanya bicara.Yang fitrahnya masih lurus,itu keluar dari sana&menyampaikan kerusakan yang terjadi.Bahkan yang menjadi rahasia umum adalah bahwa banyak masjid yang dibangun yang katanya disyaratkan kalau tempatnya ingin dibangun masjid,maka harus dijalankan sunnah di dalamnya. Ternyata pada kenyataannya tidak demikian.justru masjid yang telah dibangun,telah mereka bangun itu,malah semakin makmur kebid’ahannya. Ini yang menunjukkan betapa tidak berkahnya harta ahlul bid’ah! Kita mesti beritahukan kepada mereka pernyataannya Ibnul Mubarak ini:

“Tidak ada harta yang paling tidak berkah selain dari hartanya ahlul bid’ah!”

Kok mau dimanfaatkan untuk dakwah? Gimana? Rusak dakwah! Tidak mungkin mereka jaman sekarang ini memberikan sesuatu cuma2.Ndak mungkin. Pasti ada timbal balik yang ingin mereka harapkan. Setidaknya mereka senang ketika melihat kerusakan yang terjadi akibat akibat dari dana tersebut. Dan ini sudah nyata. Banyak pelanggaran syari’at. Untuk itu ikhwani fiddin-akramakumullah- penting untuk kita ketahui hal ini. Dah hendaknya pernyataan Ibnul Mubarak ini menjadi nasehat. Khususnya bagi kita semua. Menjadi nasehat agar jangan gegabah menerima dana. Apalagi jika kemudian dana tersebut akan kita gunakan untuk kepentingan yang mulya: dakwah ilallah

Klik Untuk dengar dan download audio

Transkif Muhadharah Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsary dengan tema konsekuensi dan tuntutan bertauhid

sumber :http://postinganwsi.wordpress.com/2013/09/07/tidak-ada-harta-yang-paling-tidak-berkah-selain-dari-hartanya-ahlul-bidah/#more-18

2 thoughts on “Betulkah Mengambil dana Ihya At Turots untuk kepentingan Dakwah itu Cerdas??

  1. bismillah. sewaktu ana dahulu ikut ta’lim mereka (kali pertama mengenal salafy), sempat mengajukan pertanyaan kepada salah satu ustadz mereka “kenapa mengambil dana dari IT?” jawabnya “jika tidak diambil maka akan dimanfaatkan oleh orang2 kafir” telisik ternyata ustadz tersebut diantara ustadz mereka yang dapat “gaji” bulanan dr IT. Setau ana, asatidz salafy memiliki maisyah untuk menafkahi keluarganya karena meyakini sangat tercela bergantung pada oranglain dalam kondisi mampu untuk berusaha. bukti manhaj mereka yang bermudah2n. dengan prinsip ambil dulu dananya, fikirkan kemudian akibatnya. dalam ta’lim pun yang terasa dulu kurang memperhatikan adab dalam majelis dan lainnya.. mudah2n fitnah yg melanda salafy menjadi ibroh untuk kita semua untuk lebih menguatkan kembali manhaj , aqidah dll dan memfokuskan pada sikap para ‘ulama dalam menghadapi fitnah dengan sangat hikmah. allahu yahdik.

    • Seperti itulah karakter hizbiyyin,menutupi alhaq dalam keadaan dia tahu alhaq tersebut.ada kemiripan dengan yahudi berilmu (mengetahui terdapat kesesatan pada IT) tapi ditutupi) tapi tidak di amalkan.walia’dzubillah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s